Dua Guru Besar FTP UB Soroti Limbah Agroindustri

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

13 Okt 2023 13:09

Thumbnail Dua Guru Besar FTP UB Soroti Limbah Agroindustri
Dua guru besar UB yang memaparkan terkait limbah agroindustri. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Agroindustri saat ini tengah menjadi perbincangan di berbagai negara. Namun produksi limbah yang dihasilkan oleh industri ini berdampak buruk pada lingkungan bila tak ada upaya pengolahan. 

Dua Guru Besar dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) turut memberikan perhatian.

Prof. Sri Suhartini, seorang ahli dalam bidang teknologi pertanian, telah mengembangkan model teknologi Anaerobic Digestion-Integrated Biorefinery (ADIB) dalam mengatasi permasalah tersebut. ADIB memanfaatkan konsep zero waste dan integrasi biorefinery untuk memaksimalkan pemanfaatan limbah.

"Teknologi ADIB ini relatif lebih mudah dan sudah komersialisasi. Di Indonesia, implementasinya masih terbatas dan berfokus bahan baku kotoran ternak. Agroindustri di Indonesia ada banyak masalah lingkungan karna keterbatasan teknologi, finansial, maupun ilmu pengetahuan," ujarnya pada Jumat (13/10/2023).

Baca Juga:
Kisah Inspiratif Zachcaria, Siswa SMKN 4 Malang Juara LKS Jatim dan Lolos UB

Namun teknologi ADIB masih perlu uji kinerja secara ekonomis, teknis, hingga uji lingkungan. Menurut Prof. Suhartini, masih diperlukan pengembangan otomatisasi reaktor dan integrasinya dengan sistem pemurnian biogas.

"Salah satu keunggulan model ini adalah pemanfaatan semua limbah, berkurangnya limbah, dan peningkatan produksi biogas," lanjutnya.

Guru besar selanjutnya yang menyoroti limbah agroindustri ialah Prof. Irnia Nurika. Ia menaruh perhatian besar terhadap pengembangan agroindustri berkelanjutan dengan menciptakan Integrated Lignocellulosic Biorefinery (ILB). 

Ia menjelaskan bahwa ILB memiliki tujuan untuk mengoptimalkan penggunaan biomassa lignoselulosa dari limbah agroindustri dan pertanian. Teknologi tersebut nantinya dapat menghasilkan bioproduk bernilai tinggi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan ILB, ia berharap mampu meminimasi limbah dan mendukung tujuan ekonomi hijau, sirkular, dan berkelanjutan.

Baca Juga:
Semarak HUT ke-34, Kombel SMAGONTA Ceria Gelar Workshop AI Generatif untuk Transformasi Pembelajaran

"Kami menggunakan biomasa yang lebih menitikberatkan pada limbah agroindustri atau pertanian yang mengandung lignocellulosic. Limbah jerami, tebu, itu merupakan contoh dari limbah agroindustri yang mengandung lignocellulosic," jelasnya.

Didalam lignocellulosic mengandung komponen penting yang dapat didegradasikan untuk menghasilkan biochemical atau bio based product . Karakteristik biomass yang sulit didegradasi membuatnya memerlukan bantuan mikroorganisme untuk memecah struktur lignocellulosic.

"Teknologi ini sudah banyak dijumpai terutama dalam skala industri. Kami menekankan memproduksi biochemical itu tidak mudah menghasilkan dalam kapasitas besar. Di Indonesia belum ada sama sekali sehingga bituh komitmen pemerintah, peneliti, akademisi, dan industri," tambahnya.(*)

Baca Sebelumnya

Gawat, Kontroversi Sewa Rumah Dinas Wabup Blitar Terungkap

Baca Selanjutnya

Terbanyak di Indonesia, Jawa Timur Miliki 2.800 Desa Mandiri

Tags:

Guru Besar UB Universitas Brawijaya FTP UB Limbah Agroindustri

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Dokumen Bangunan Tak Sesuai, Pemkot Malang Endus Masalah PSU di De Cassablanca Residence

16 April 2026 20:36

Dokumen Bangunan Tak Sesuai, Pemkot Malang Endus Masalah PSU di De Cassablanca Residence

Tiga Nakes RSSA Malang Kawal Jemaah Haji, Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Lansia

16 April 2026 20:23

Tiga Nakes RSSA Malang Kawal Jemaah Haji, Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Lansia

Suka Cita Aksi Donor Darah di Lapas Perempuan Malang, Lampaui Target 50 Kantong

16 April 2026 19:44

Suka Cita Aksi Donor Darah di Lapas Perempuan Malang, Lampaui Target 50 Kantong

DLH Kota Malang Inventarisir Aset Pemkot untuk Tambah TPS Baru

16 April 2026 19:16

DLH Kota Malang Inventarisir Aset Pemkot untuk Tambah TPS Baru

Dokumen Rumah Tak Sesuai Spek di De Cassablanca Malang, DPUPRPKP: Itu Tanggung Jawab Developer!

16 April 2026 18:38

Dokumen Rumah Tak Sesuai Spek di De Cassablanca Malang, DPUPRPKP: Itu Tanggung Jawab Developer!

Harga Cabai di Kota Malang Tembus Rp100 Ribu, Wahyu Hidayat Heran: Di Petani Cuma Rp40 Ribu

16 April 2026 18:27

Harga Cabai di Kota Malang Tembus Rp100 Ribu, Wahyu Hidayat Heran: Di Petani Cuma Rp40 Ribu

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H