KETIK, SURABAYA – Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, banyak umat Islam berusaha memaksimalkan ibadah, salah satunya dengan melaksanakan i’tikaf di masjid. Namun tidak semua orang memiliki kesempatan sama.
Kesibukan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, atau keterbatasan waktu sering kali membuat sebagian orang tidak bisa menjalankan i’tikaf secara penuh.
Hal ini pula yang dibahas oleh Ustaz Oemar Mita Syameela dalam sebuah kajian yang diunggah di channel YouTube resmi beliau Oemar Mita Syameela pada 10 Maret 2026.
Dalam kajian tersebut, Ustaz Oemar Mita menyampaikan bahwa seseorang tidak seharusnya berburuk sangka ketika tidak mendapatkan kesempatan untuk i’tikaf, terutama jika penyebabnya adalah pekerjaan.
Banyak orang yang merasa kecewa bahkan menyalahkan tempat kerja karena tidak memberikan izin cuti. Padahal, bekerja juga merupakan bagian dari ibadah jika diniatkan untuk mencari rezeki yang halal dan mencukupi kebutuhan keluarga.
Ia menegaskan bahwa seorang muslim perlu memiliki sudut pandang yang positif dalam menyikapi kondisi tersebut. “Kalau ada di antara kita cutinya ditolak jangan marah-marah, jangan berkata ini kantor kapitalisme dan sebagainya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tujuan utama dari bekerja maupun beribadah sebenarnya sama, yaitu mencari ridha Allah. Karena itu, tidak seharusnya seseorang mempertentangkan antara pekerjaan dan ibadah. Selama pekerjaan dilakukan dengan niat yang benar dan cara yang halal maka hal tersebut juga bernilai ibadah di sisi Allah.
Selain itu, Ustaz Oemar Mita juga menekankan pentingnya niat dalam setiap amal. Bagi seseorang yang tidak dapat melaksanakan i’tikaf secara maksimal, ia tetap bisa memperoleh pahala melalui niat kuat untuk beribadah di sepuluh malam terakhir Ramadan.
“Niat itu penting, karena Allah melihat niat kita, dan niat yang sempurna bisa mendapatkan pahala yang sempurna,” ucap dia.
Oleh karena itu, meskipun tidak bisa berdiam diri di masjid untuk i’tikaf, seorang muslim tetap dapat memaksimalkan ibadah dengan cara lain. Misalnya, memperbanyak salat malam, membaca Al-Quran, memperbanyak doa serta menjaga kualitas ibadah di sela-sela kesibukan sehari-hari. (*)
