KETIK, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mendapatkan suntikan anggaran melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp100 juta. Bantuan yang diberikan oleh PT Pertamina Patra Niaga Malang tersebut akan digunakan untuk merevitalisasi bank sampah di Kota Malang.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan bahwa Kota Malang memiliki 523 bank sampah. Namun, hanya sekitar 230 bank sampah yang aktif beroperasi.

"Melalui program pembinaan dan sinergi ini, saat ini sudah ada 400 bank sampah yang kembali beroperasi," ujarnya, Sabtu, 27 Juni 2026.

Menurut Raymond, Kementerian Lingkungan Hidup telah memberikan arahan terkait penilaian Adipura. Dalam arahan tersebut dijelaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam operasional bank sampah menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian.

Melalui kucuran anggaran sebesar Rp100 juta tersebut, DLH Kota Malang akan melakukan pengadaan mesin pencacah plastik. Mesin tersebut nantinya akan ditempatkan di Bank Sampah Induk Malang.

Baca Juga:
PT Tirta Fresindo Jaya Plant II Pasuruan Bedah Rumah Warga Sumber Banteng

"Memang bukan mesin yang berukuran besar, relatif lebih kecil. Namun, mesin ini masih dapat dimanfaatkan oleh bank sampah di setiap kelurahan," katanya.

Menurutnya, mesin tersebut dapat mengolah sampah plastik menjadi produk daur ulang yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Dengan mendaur ulang sampah plastik, harga jual produk yang dihasilkan juga akan meningkat.

"Hasil pengumpulan plastik dari bank sampah ini nantinya akan didaur ulang kembali menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Jika dijual dalam kondisi plastik mentah, nilainya relatif rendah. Namun, apabila didaur ulang dan dibentuk menjadi produk tertentu, hasilnya dapat lebih mengoptimalkan operasional bank sampah," pungkasnya.

Baca Juga:
DLH Kota Malang Siapkan Taman Baru di Jalan Bondowoso Lewat Dukungan CSR