Didukung Pemprov Jatim, Program UKIM DMI Jatim Tarik Perhatian DMI NTB

18 Januari 2026 15:30 18 Jan 2026 15:30

Thumbnail Didukung Pemprov Jatim, Program UKIM DMI Jatim Tarik Perhatian DMI NTB

Perwakilan DMI NTB yang sedang berkunjung di kantor DMI Jawa Timur yang terletak di Surabaya pada Sabtu 17 Januari 2026. (Foto: Humas DMI Jatim)

KETIK, SURABAYA – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan ketertarikannya terhadap program Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM) yang dijalankan DMI Jawa Timur dengan dukungan penuh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Program tersebut telah menyalurkan UKIM kepada 87.799 imam masjid sejak 2019 hingga sekarang.

Ketua Umum DMI NTB H Muzihir menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada DMI Jatim. Hal itu disampaikan pada Sabtu, 17 Januari 2026 saat kunjungan ke DMI Jatim di Surabaya.

“Program DMI Jatim luar biasa, tapi kepedulian Gubernur kepada DMI di Jatim memang luar biasa juga. Di NTB, Masjid Islamic Center saja tidak diserahkan ke DMI untuk dikelola, tapi diurus Biro Kesra. Nah, kami ingin tahu trik DMI Jatim,” ujar Muzihir.

Dalam kunjungan studi tiru tersebut, rombongan DMI NTB yang berjumlah sekitar 30 orang pengurus, termasuk Ketua Harian DMI NTB H Mashur dan Sekretaris DMI NTB H Mutawali, disambut langsung oleh Ketua DMI Jatim DR KHM Sudjak MAg beserta jajaran pengurus.

Ketua Harian DMI NTB, Mashur, menjelaskan bahwa pihaknya juga menjalankan sejumlah program turunan dari DMI Pusat.

“Selain beberapa program yang sama, karena turunan program DMI Pusat, kami juga membentuk Forum Komunikasi antara DMI dengan takmir masjid di tingkat grass roots, hingga menemukan sejumlah masjid model untuk program tertentu yang dapat ditiru masjid lain. Cuma dananya bukan hibah dari APBD, melainkan dukungan dari Ketua DMI Pak Muzihir yang juga Wakil Ketua DPRD NTB,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DMI Jatim DR KHM Sudjak MAg memaparkan lima program unggulan yang dijalankan DMI Jatim, yakni Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM), Masjid Award, Halal dan Syariah Center, Sertifikasi Wakaf Masjid, serta pembinaan dan dakwah masjid selama bulan Ramadhan.

“Tahun ini, UKIM sudah delapan kali dan Masjid Award sudah empat kali,” kata Sudjak.

Ia menjelaskan, UKIM yang digagas Gubernur Jawa Timur sejak 2019 telah disalurkan kepada 87.799 imam masjid di 52.714 masjid se-Jawa Timur secara bertahap. Penyaluran tersebut meliputi 11.049 imam masjid pada 2019, 9.250 imam masjid pada 2020, 9.350 imam masjid pada 2021, 11.650 imam masjid pada 2022, 12.500 imam masjid pada 2023, 12.500 imam masjid pada 2024, 12.500 imam masjid pada 2025, serta 9.000 imam masjid pada 2026.

“Untuk Masjid Award dan program lain, kami tidak hanya mendapat support dari Pemprov Jatim, namun juga dari kalangan perbankan dan donator dari masyarakat,” ujar Sudjak yang juga menjabat Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS). 

Selain berdiskusi dengan DMI Jatim, rombongan DMI NTB juga melakukan kunjungan ke Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya dan Masjid Al-Falah Surabaya. 

Dalam kesempatan itu, Sudjak juga mengundang rombongan untuk mengikuti kegiatan Majelis Subuh GenZI yang rutin digelar di Masjid Al-Akbar.

“Kalau ke Al-Akbar, kebetulan tanggal 18 Januari (Ahad Subuh) ada Majelis Subuh GenZI atau MSG, silakan datang pada Ahad Subuh untuk mengikuti MSG, agar tahu bagaimana pembinaan GenZI di MAS,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

DMI Jatim DMI NTB Dewan Masjid Indonesia Masjid Al-Akbar Surabaya Masjid Islam Religi agama Jawa timur surabaya