KETIK, NGAWI – Dengan polo shirt rapi berwarna hitam, pemuda itu cekatan membawa nampan berisi penuh minuman untuk diantarkan ke meja pengunjung. Pemandangan itu didapati Ketik.com saat berkunjung ke Rumah Makan Suminar Ngawi yang masyhur dengan menu Ikan Bakar nikmatnya pada Rabu 7 Januari 2026.
Bagi pecinta dunia balap motor, pemuda itu tidak asing lagi. Dia adalah Mohammad Adenanta Putra, rider Indonesia yang saat ini tergabung bersama Astra Honda Racing Team.
Sebulan lalu, pembalap asli Magetan, Jawa Timur itu masih sibuk hilir mudik di paddock sirkuit-sirkuit bergengsi Asia. Dia bertarung semusim penuh di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas SS600 pada musim 2025.
Di musim 2025 dia bahkan selalu bertarung di barisan terdepan dengan pembalap-pembalap top Asia. Pada akhir musim dia finis di posisi ketiga klasemen akhir.
Saat off season tiba seperti saat ini, Adenanta menaruh wearpack balapnya dan pulang ke kampung halaman Jawa Timur. Inilah waktu bagi Adenanta menghabiskan waktu bersama keluarga. Salah satunya dengan menyibukkan diri di Rumah Makan milik sang nenek yang terletak di Jalan Basuki Rahmat, Ngawi tersebut.
"Memang seperti ini. Kalau tidak ada balapan atau latihan saya sudah biasa bantu-bantu di rumah makan nenek," ucap Adenanta sambil tersenyum.
Kalau sudah berada di rumah makan, Adenanta tidak hanya duduk manis. Dia tak segan ikut nimbrung di dapur sampai melayani pengunjung langsung. Termasuk mengantarkan makanan dan minuman ke meja tamu.
Itu yang tampak pada siang saat Ketik.com berkunjung ke rumah makan tersebut. Pembalap berusia 21 tahun yang sudah bolak-balik naik podium Asia termasuk ajang Thailand Talent Cup dan Asia Talent Cup itu tak canggung melayani pengunjung yang datang dengan ramah. "Sudah biasa," cletuknya sambil tersenyum.
Bukan hanya membantu nenek, di momen libur balapan akhir musim seperti ini, Adenanta juga rutin membantu kedua orang tuanya bekerja. Kebetulan, keluarga Adenanta saat ini mengelola kebun buah-buahan di Magetan. "Kalau di kebun bapak saya bantu-bantu memetik, memanen, sampai menjualkan," tambahnya.
Selain itu, meski sudah menjadi pembalap internasional, Adenanta tidak lupa dengan dunia pendidikan. Saat ini dia tercatat sebagai mahasiswa jurusan Olahraga di Universitas Negeri Surabaya.
Meski demikian, Adenanta tentu tidak meninggalkan kewajibannya sebagai pembalap. Latihan fisik maupun di atas motor tetap dia lakukan demi menjaga kebugaran dan performa jelang musim baru 2026.
Di musim 2025, Adenanta tampil impresif pada ARRC kelas SuperSport 600cc. Dia jadi pembalap Indonesia terbaik yang tampil di kelas itu dengan finis di posisi ketiga. Bahkan, dia nyaris mencuri gelar juara Asia. Sayang, pada balapan terakhir di Sirkuit Buriram Thailand, Adenanta terjatuh dan gagal finis.
Sepanjang musim 2025, total Adenanta naik podium tujuh kali. Empat di antaranya adalah podium tertinggi yang membuat Indonesia Raya berkumandang di balapan internasional.
Dengan performanya yang istimewa itu, Adenanta berpeluang besar naik ke kelas Superbike 1000cc di 2026. Pun juga tampil di ajang balap motor internasional lainnya.
"Saya selalu siap bertarung di mana saja dan akan berusaha yang terbaik untuk mengharumkan Indonesia," ucap Adenanta mantap. (*)
