Dewan Didesak Gunakan Hak Angket, Ketua TP2ID Bantah Adanya Oligarki

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Marno

14 Okt 2023 18:50

Thumbnail Dewan Didesak Gunakan Hak Angket,  Ketua TP2ID Bantah Adanya Oligarki
Bupati Blitar, Rini Syarifah atau yang biasa dipanggil Mak Rini, Sabtu (14/10/2023) (foto: Favan/ketik.co.id).

KETIK, BLITAR – Di akhir masa pemerintahannya, isu adanya kekuatan oligarki di lingkaran pemerintahan Bupati Blitar Rini Syarifah atau biasa dipanggil Mak Rini terus memanas.

Kekuatan oligarki disinyalir berada di dalam TP2ID (Tim Percepatan dan Pembangunan Inovasi Daerah) Kabupaten Blitar, yakni di mana penanggung jawabnya adalah saudara kandung Bupati Mak Rini, Sabtu (14/10/2023).

Untuk menuntaskan masalah itu, ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) mendesak DPRD Kabupaten Blitar menggunakan hak angket yang selama ini seperti terabaikan.

Dengan hak istimewa (hak angket) yang dimiliki, legislatif secara konstitusional berwenang menyelidiki pelaksanaan pemerintahan Bupati Blitar Mak Rini yang berjalan selama ini.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

“Agar masalah oligarki tidak berlarut-larut, yakni khususnya kaitannya dengan TP2ID, legislatif hendaknya menggunakan hak angket yang selama ini seperti diabaikan,” tegas Pimpinan Cabang PPI Kabupaten Blitar, Mujianto.

Adanya kekuatan Oligarki di dalam TP2ID dinilai menjadi akar masalah di pemerintahan Kabupaten Blitar, termasuk munculnya polemik sewa rumah dinas Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso atau sering disapa Pakde Rahmat.

Pengakuan atau testimoni soal oligarki di lingkaran pemerintahan Bupati Mak Rini terus bermunculan. Sebagian besar testimoni datang dari lingkungan birokrasi.

Testimoni itu menjawab pernyataan Ketua TP2ID Sigit Purnomo yang menegaskan, isu oligarki politik hanya isapan jempol. Ditegaskan juga Mak Rini bukan wayang politik oligarki.

Baca Juga:
PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Pernyataan TP2ID sontak memunculkan gelombang testimoni. Disampaikan sejumlah pejabat birokrasi, bahwa TP2ID merupakan sarang oligarki. Melalui TP2ID, oligarki mengendalikan Bupati Mak Rini.

Sejak menjabat hingga kini, seluruh kebijakan Bupati Blitar mulai atas hingga tingkat bawah, telah diintervensi.

Mulai urusan mutasi ASN (Aparatur sipil negara), menentukan kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), hingga penataan anggaran di setiap OPD atau dinas di Kabupaten Blitar, diungkapkan sebagai hasil tekanan oligarki.

Yang belum lama terjadi, TP2ID memanggil pimpinan OPD untuk mengintervensi anggaran di dinas-dinas. Sepak terjang TP2ID dinilai sudah melebihi batas.

“Semua masalah yang muncul di Pemkab Blitar berpangkal dari TP2ID yang disinyalir sarang oligarki. Termasuk berlarut-larutnya pengisian jabatan eselon 3 yang kosong hingga saat ini,” terang Mujianto.

TP2ID merupakan lembaga pembantu bupati yang dibentuk seiring dengan dilantiknya Mak Rini sebagai bupati Blitar pada 21 Februari 2021. Penanggung jawab TP2ID diketahui adalah saudara kandung Bupati Mak Rini.

Kendati demikian, mengkaji ulang keberadaan TP2ID atau membubarkannya, kata Mujianto tidak serta merta menghentikan sepak terjang oligarki. Dengan berbagai cara mereka tetap bisa menyetir bupati.

Menurut Mujianto, DPRD Kabupaten Blitar harus berani menggunakan hak angket untuk menuntaskan masalah ini. Sebab adanya oligarki mempengaruhi kebijakan pemerintahan bupati Blitar yang berjalan selama ini.  

Dampak dari oligarki juga memunculkan polemik soal sewa rumah dinas untuk Wabup Blitar Makde Rahmat. Rumah yang disewa dengan APBD ratusan juta setiap tahun itu diketahui ternyata rumah Bupati Blitar Mak Rini.

“Yang itu patut diduga karena dampak adanya oligarki politik. Demi Kabupaten Blitar lebih baik, termasuk mengembalikan wibawa birokrasi, DPRD harus berani memakai hak angket untuk mengusut tuntas masalah ini,” ujar Mujianto.

Anggota DPRD Kabupaten Blitar Hendik Budi Yuantoro sebelumnya meminta Bupati Blitar Mak Rini berani membuktikan sebagai kepala daerah yang tidak dikendalikan kekuatan oligarki.

Bupati juga harus berani mengkaji ulang keberadaan TP2ID yang selama ini disoroti publik sebagai tempat oligarki, yakni praktik politik kekerabatan yang mengendalikan kebijakan bupati.

“Bupati harus berani membuktikan diri sebagai kepala daerah yang independen, tidak disetir oligarki,” tegas Hendik yang merupakan politisi PDIP.

Sebelumnya Ketua TP2ID Kabupaten Blitar Sigit Purnomo kepada media menegaskan tidak ada kekuatan politik oligarki di lingkaran kekuasaan Bupati Blitar Mak Rini.

Kabar adanya saudara kandung bupati yang selama ini menjadi pengendali utama kekuasaan bupati Blitar, Sigit menegaskan tidak benar. Disampaikan juga bahwa Mak Rini bukan wayang politik oligarki.

Terkait TP2ID yang meresahkan para pimpinan OPD, Sigit menjelaskan, TP2ID merupakan pembantu bupati, di mana komunikasi hanya dengan bupati. Ia membantah TP2ID telah mengintervensi OPD Kabupaten Blitar.   

“Tidak, tidak ada itu (Saudara Mak Rini yang mengendalikan kekuasaan Pemkab Blitar),” terang Sigit. (*)

Baca Sebelumnya

Mahasiswa UB Ciptakan VISMATE, Mudahkan Difabel Netra Berinteraksi dengan Difabel Tuli

Baca Selanjutnya

Rayakan Libur Natal dan Tahun Bari di BeSS Mansion Hotel Surabaya, Obral Diskon

Tags:

Kabupaten Blitar Mak Rini Rini Syarifah PDIP DPRD Oligarki

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

14 April 2026 16:07

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

10 April 2026 13:50

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

9 April 2026 12:45

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar