KETIK, BLITAR – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Umum Dusun Jajagan, Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jumat 29 Mei 2026 malam sekitar pukul 23.00 WIB. Sebuah minibus Hyundai dilaporkan hilang kendali hingga keluar jalur dan masuk ke kebun tebu di tepi jalan.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, empat orang mengalami luka ringan akibat insiden laka tunggal tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan minibus Hyundai dengan nomor polisi wilayah Sidoarjo itu dikemudikan M (59), warga Desa Sumberjo, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.
Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Galih Yasir Mubarok, menjelaskan kecelakaan bermula saat kendaraan melaju dari arah utara ke selatan.
“Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya di jalan menikung ke kanan di Dusun Jajagan Desa Jugo Kecamatan Kesamben, kendaraan berjalan tidak terkendali ke arah kiri hingga turun dari badan jalan dan masuk ke kebun tebu,” jelas AKP Galih, Sabtu 30 Mei 2026.
Akibat kejadian tersebut, pengemudi bersama tiga penumpangnya mengalami luka ringan. Salah satu korban sempat mendapatkan perawatan di RS Wafa Husada Kesamben.
Adapun korban luka yakni pengemudi M (59), kemudian penumpang perempuan berinisial FZ (42), perempuan berinisial SMN (42), serta seorang anak laki-laki berinisial RF (10). Seluruh korban diketahui merupakan warga Desa Sumberjo, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.
Kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp2 juta.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara sementara, polisi menduga kecelakaan dipicu kurangnya konsentrasi pengemudi saat melintas di jalan menikung.
AKP Galih juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu menaati peraturan lalu lintas, menjaga konsentrasi saat berkendara, serta segera beristirahat di tempat aman apabila mengantuk,” ujarnya.
Selain itu, pengendara juga diminta menjaga jarak aman antar kendaraan dan tidak melakukan manuver berbahaya saat kondisi jalan tidak memungkinkan.
“Keselamatan diri sendiri dan orang lain harus menjadi prioritas. Keluarga selalu menunggu di rumah,” pungkasnya.
