Darurat Pendidikan di Blitar Raya, Pengamat: Anak Putus Sekolah Jadi Pemicu Kerusuhan

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Naufal Ardiansyah

3 Sep 2025 17:10

Thumbnail Darurat Pendidikan di Blitar Raya, Pengamat: Anak Putus Sekolah Jadi Pemicu Kerusuhan
Kepala Sekolah Kelas Bung Karno, Joko Pramono, saat ditemui jurnalis Ketik, Rabu, 3 September 2025. (Foto: Favan/Ketik)

KETIK, BLITAR – Blitar Raya kini menghadapi ancaman serius, yakni meningkatnya jumlah anak putus sekolah yang dianggap ikut mendorong aksi kerusuhan dan tindak anarkis. Kondisi ini disebut sebagai “darurat pendidikan kebangsaan” oleh kalangan pendidik.

Kepala Sekolah Kelas Bung Karno, Joko Pramono, mengingatkan bahwa lonjakan anak putus sekolah bukan sekadar persoalan akses pendidikan, melainkan cermin kegagalan dalam membangun karakter kebangsaan generasi muda.

“Anak-anak yang putus sekolah rentan terjerumus ke perilaku negatif, seperti kerusuhan dan tindakan anarkis. Mereka kehilangan pendidikan karakter dan kesadaran kebangsaan yang seharusnya menjadi bekal hidup,” ujarnya saat ditemui di Blitar, Rabu, 3 September 2025.

Fenomena anarkisme yang melibatkan pelajar, menurut Joko, sering dipicu oleh provokasi anak-anak putus sekolah. Ia menilai hal ini menandakan lemahnya pembinaan karakter di sekolah maupun di luar sekolah.

Baca Juga:
PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

“Banyak pelajar yang terjebak dalam lingkaran negatif karena tidak ada arah pendidikan yang jelas. Mereka sebenarnya korban dari sistem pendidikan yang gagal membangun jiwa nasionalis,” tegasnya.

Untuk menjawab krisis ini, Joko bersama timnya menginisiasi Kelas Bung Karno, sebuah forum diskusi kebangsaan yang rutin digelar di Istana Gebang setiap dua minggu. Melalui program ini, anak-anak dibekali nilai nasionalisme, disiplin, tanggung jawab sosial, hingga semangat anti-kekerasan.

“Kami ingin anak-anak, baik yang masih sekolah maupun yang sudah putus sekolah, memahami identitas dan tanggung jawab mereka sebagai warga negara. Pendidikan karakter ala Bung Karno menanamkan cinta tanah air sekaligus menolak kekerasan,” jelas Joko.

Selain penguatan karakter, Joko menekankan pentingnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk mengembalikan anak putus sekolah ke jalur pendidikan. Ia menilai PKBM mampu menjadi jembatan bagi anak-anak yang terhambat secara ekonomi maupun sosial.

Baca Juga:
Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

“PKBM memberi ruang pendidikan yang fleksibel. Pemerintah daerah harus serius memperkuat PKBM dengan kurikulum kebangsaan yang relevan dan mudah diakses,” sarannya.

Joko menegaskan, darurat pendidikan kebangsaan ini tidak bisa ditangani satu pihak. Dibutuhkan kerja sama pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat.

“Kalau kita tidak bertindak sekarang, masa depan generasi muda Blitar dan bangsa ini akan semakin terancam. Gotong royong harus jadi dasar untuk keluar dari darurat pendidikan ini,” pungkasnya.

Situasi yang kini terjadi di Blitar menunjukkan bahwa pendidikan tidak lagi cukup diukur dari capaian akademik. Ketika anak-anak kehilangan akses sekolah dan arah moral, dampaknya langsung terasa dalam bentuk kerusuhan dan degradasi sosial.

Darurat pendidikan kebangsaan yang diperingatkan oleh para pendidik seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak: bahwa masa depan bangsa hanya bisa diselamatkan melalui pendidikan karakter, nasionalisme, dan inklusivitas sistem pendidikan. (*)

Baca Sebelumnya

Dosen UT Malang Berdayakan Pemuda Tambakasri, Limbah Tekstil Disulap Jadi Totebag Kreatif

Baca Selanjutnya

Pemkot Batu Pastikan Harga Sembako Terjangkau Lewat Gerakan Pangan Murah

Tags:

Bung Karno kericuhan Rusuh anak putus sekolah Blitar Kota Blitar

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

14 April 2026 16:07

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

10 April 2026 13:50

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

9 April 2026 12:45

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar