KETIK, SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Subandi tampak tersenyum. Saat menaiki tangga kayu menuju proyek Rumah Pompa Kedungpeluk, dia melihat sekeliling. Mata Bupati Subandi segera juga tertuju pada lantai dasar proyek dam bernilai Rp 7,18 miliar tersebut. Itulah yang harus diselesaikan kontraktor pelaksana. Ternyata selesai.
Sudah tiga kali Bupati Subandi menyidak proyek pembangunan Rumah Pompa Kedungpeluk itu. Dalam dua kali sidak pada November dan Desember 2025 lalu, kepala dinas, kontraktor pengawas, dan kontraktor pelaksana kena semprot. Ditegur keras. Sebab, lantai dasar dam tersebut tidak juga dituntaskan. Semua terlambat. Padahal, mereka sudah diingatkan.
Kedatangan ketiga Bupati Subandi pada Selasa (27 Januari 2026) berbeda. Tidak ada teguran keras atau marah-marah. Didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM SDA) M. Mahmud, Bupati Subandi mengamati progres proyek Rumah Pompa Kedungpeluk.
Lantai bawah dam yang dia minta sudah diselesaikan. Bupati Subandi mengaku lega karena selesainya lantai bawah tersebut akan berdampak pada upaya mengatasi dan mengendalikan banjir di wilayah Kecamatan Tanggulangin dan Candi.
”Bagian bawah sudah bagus. Tinggal pembersihan. Sisa pekerjaan di bagian atas relatif lebih mudah,” kata Bupati Subandi saat berada di deck beton proyek rumah pompa.
Pembangunan Rumah Pompa Kedungpeluk, antara lain, memang ditujukan untuk mengendalikan banjir menahun di wilayah Tanggulangin. Khususnya, Desa Kedungbanteng dan Desa Banjarasri. Perkampungan, jalan, bahkan sekolah kebanjiran setiap tahun. Masyarakat sengsara. Murid-murid sekolah susah.
”Tujuan membangun rumah pompa ini untuk mengurai banjir di Candi dan Tanggulangin. Hari ini progresnya sudah bagus,” ujar Bupati Subandi.
Bupati Subandi, M. Mahmud, dan kontraktor pelaksana mengecek progres proyek Rumah Pompa Tanggulangin. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Kalau lantai bawa dam selesai, lanjut dia, intensitas banjir di wilayah Tanggulangin dan Candi dapat tertangani dengan baik. Debit air tertampung. Aliran sungai disedot dan ditarik menuju muara melalui Afvour Mbah Gepuk. Genangan air cepat surut.
Kepada Bupati Subandi, Kepala Dinas PU BM SDA M. Mahmud menyebutkan, progres pengerjaan Rumah Pompa Kedungpeluk telah mencapai 70 persen. Masih ada deviasi 30 persen dari target awal tuntas pada akhir Desember 2025 lalu.
Menurut Bupati Subandi, pekerjaan terberat pembangunan dam tersebut adalah bagian bawah konstruksi. Namun, sisa pekerjaan, yaitu bagian atas konstruksi, tidak akan lagi mengganggu aliran air sungai. Pekerjaan dilanjutkan hingga masa perpanjangan. Kontraktor tetap wajib membayar denda keterlambatan proyek.
”Kalau pekerjaan sesuai target, harus selesai tepat waktu. Saya minta paling lambat 14 Februari 2026 semuanya sudah selesai,” tandas Bupati Subandi.
Kepala Dinas PU BM SDA Sidoarjo M. Mahmud menambahkan, pembangunan Rumah Pompa Kedungpeluk juga disertai penuntasan normalisasi Afvour Mbah Gepuk agar aliran sungai menuju muara berjalan lancar.
”Sungai Mbah Gepuk akan kita normalisasi supaya aliran airnya lancar,” jelasnya.
Para pekerja membersihkan kayu-kayu dan material yang berada di lantai bawah proyek Rumah Pompa Kedungpeluk. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Pintur air yang lama di Kedungpeluk akan dibongkar. Posisi jembatan juga disejajarkan dengan jembatan baru. Jadi, aliran sungai tidak ada lagi jambatan. Bisa mengalir lancar dari Tanggulangin menuju muara dengan adanya Rumah Pompa Kedungpeluk.
Mahmud menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap upaya pengendalian banjir di wilayah Candi dan Tanggulangin dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Dengan begitu masyarakat merasa aman dan nyama. Khususnya saat musim hujan. (*)
