Buku Sidoarjo Bumi Aulia Ungkap Peran Waliyullah dalam Perjalanan Kabupaten Sidoarjo

Editor: Fathur Roziq

24 Des 2025 05:50

Thumbnail Buku Sidoarjo Bumi Aulia Ungkap Peran Waliyullah dalam Perjalanan Kabupaten Sidoarjo
Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih berbincang dengan KH Abdi Manaf dari Jabon tentang isi buku Sidoarjo Bumi Aulia saat peluncuran buku tersebut pada Selasa (22 Desember 2025). (Foto: Dokumentasi)

KETIK, SIDOARJO – Kabupaten Sidoarjo sangat lekat dengan figur alim ulama dan para kiai panutan umat. Bahkan, dalam jejak sejarah beberapa abad lalu, pengaruh para waliyullah sangat mewarnai perjalanan Sidoarjo dari zaman ke zaman. Jejak itu terekam dalam buku baru berjudul Sidoarjo Bumi Aulia.  

Buku itu diluncurkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Abdillah Nasih di Pendopo Delta Wibawa pada Selasa sore (22 Desember 2025). Buku setebal 269 halaman tersebut ditulis oleh jurnalis senior M. Subhan dan Fathur Roziq bersama tim.

”Sidoarjo memiliki sejarah keagamaan yang sangat kuat. Banyak situs dan makam aulia yang tersebar hampir di seluruh desa,” kata Abdillah Nasih saat peluncuran buku Sidoarjo Bumi Aulia.

Pria yang karib disapa Cak Nasih itu menjelaskan, buku Sidoarjo Bumi Aulia digagas untuk menghadirkan sisi lain dari branding Kabupaten Sidoarjo. Selama ini, Sidoarjo dikenal dengan sektor perikanan, industri, dan kuliner. Sebutannya adalah Sidoarjo Kota Festival, Kota Udang, Kota UMKM, maupun Kota Delta.

Baca Juga:
Anggota DPRD Sidoarjo Rafi Wibisono Ungkap Aset Pemkab Jadi TPS Sampah Liar

Namun, ada sisi lain yang tidak kalah kuat sebagai identitas milik Kabupaten Sidoarjo. Sidoarjo memiliki sejarah keagamaan yang sangat kuat. Sejarah berupa situs aulia menjadi potensi besar bagi Sidoarjo apabila dikelola dengan tepat. Destinasi wisata religi dapat berkembang dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

”Selain kekuatan kerohanian, juga bisa menjadi wisata religi dan edukasi sehingga dapat menumbuhkan semangat dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” papar Abdillah Nasih yang juga ketua DPC PKB Sidoarjo itu.

Dia berharap kehadiran buku Sidoarjo Bumi Aulia ini dapat memperkuat literasi sejarah di Sidoarjo. Khususnya, bagi generasi muda agar mengenal besarnya peran para ulama dan aulia.

Foto Suasana peluncuran dan bedah buku Sidoarjo Bumi Aulia yang menghadirkan para kiai, tokoh masyarakat, dan penulis buku. (Foto: Dokumentasi)Suasana peluncuran dan bedah buku Sidoarjo Bumi Aulia yang menghadirkan para kiai, tokoh masyarakat, dan penulis buku. (Foto: Dokumentasi)

Baca Juga:
Muscab VI PKB Sidoarjo Perkuat Soliditas dan Arah Perjuangan Partai ke Depan

Dalam buku Sidoarjo Bumi Aulia diulas berbagai jejak sejarah religius daerah dengan menampilkan sejumlah situs dan makam-makam aulia. Salah satu yang diangkat adalah Pondok Pesantren Siwalanpanji atau Pondok Al Hamdaniyah yang berdiri sejak tahun 1787. Pesantren tersebut dikenal telah melahirkan banyak tokoh ulama nasional.

Ada pula situs MBO (Markas Berkas Oelama) yang menjadi saksi perjuangan kemerdekaan. Lokasinya berada di Kecamatan Waru. Di sanalah para pejuang tentara Hizbullah melawan penjajah Belanda pada era Kemerdekaan RI, sekitar tahun 1945. Kisah perjuangan para tentang Hizbullah itu terekam dalam buku Sidoarjo Bumi Aulia.  

Teladan dari para aulia berupa karamah-karamahnya juga ditampilkan. Di antaranya, kewalian sosok KH Ali Mas’ud atau Mbah Ud di Pagerwojo, Mbah Ibrahim Al Jaelani di Bungurasih, Sayyid Hasan Madinah di Bohar, Kecamatan Taman, hingga KH Sahlan Tholib di Desa Watugolong, Krian.

M. Subhan, selaku penulis, mengaku sangat tertarik saat diajak oleh Cak Nasih menggarap buku Sidoarjo Bumi Aulia. Bersama jurnalis Fathur Roziq, dirinya kemudian merumuskan materi-materi narasi maupun foto untuk buku Sidoarjo Bumi Aulia.

”Hampir setiap desa memiliki makam aulia. Inilah yang kami tulis agar masyarakat luas tahu bahwa Sidoarjo layak disebut sebagai Kota Aulia,” ujar Subhan.

Fathur Roziq menambahkan, buku Sidoarjo Bumi Auliya diharapkan menjadi perspektif lain bagi khazanah referensi pendidikan dan kebudayaan. Khususnya pendidikan moral dan spiritual yang dicontohkan oleh para aulia.

”Jejak sejarah, ajaran, teladan, dan karomah para wali seperti yang termuat dalam buku Sidoarjo Bumi Aulia masih relevan untuk dijadikan rujukan dan panutan,” ungkapnya. (*)

Baca Sebelumnya

Hadiri Pelantikan Pengurus PWI, Bupati Bojonegoro Berharap Media Jalankan Fungsi Kontrol

Baca Selanjutnya

Dino Patti Djalal Kritik Kinerja Menlu Sugiono: Diplomasi Dinilai Tertutup dan Menjauh dari Pemangku Kepentingan

Tags:

Sidoarjo Bumi Aulia DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih Buku Sejarah Wali Sidoarjo

Berita lainnya oleh Fathur Roziq

Sekda Fenny Apridawati Dalami Cyber Security dan Transformasi Digital di Korsel

16 April 2026 12:01

Sekda Fenny Apridawati Dalami Cyber Security dan Transformasi Digital di Korsel

Anggota DPRD Sidoarjo Rafi Wibisono Ungkap Aset Pemkab Jadi TPS Sampah Liar

15 April 2026 11:17

Anggota DPRD Sidoarjo Rafi Wibisono Ungkap Aset Pemkab Jadi TPS Sampah Liar

DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

15 April 2026 10:07

DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

DPRD Sidoarjo Ingatkan Komisaris-Direksi BPR Delta Artha dan Aneka Usaha

14 April 2026 08:21

DPRD Sidoarjo Ingatkan Komisaris-Direksi BPR Delta Artha dan Aneka Usaha

Empat Posisi di BPR Delta Artha dan PT Aneka Usaha Sidoarjo ”Terlarang” untuk Pengurus Parpol

14 April 2026 06:52

Empat Posisi di BPR Delta Artha dan PT Aneka Usaha Sidoarjo ”Terlarang” untuk Pengurus Parpol

Bupati Subandi Upayakan Renovasi RTLH dan Bantu Jaminan Kesehatan Warga Sidoarjo

12 April 2026 06:30

Bupati Subandi Upayakan Renovasi RTLH dan Bantu Jaminan Kesehatan Warga Sidoarjo

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H