Anggaran BBM Truk TPA Sampah Jabon Terancam Habis, Terimbas Perang AS vs Iran

9 Juni 2026 05:38 9 Jun 2026 05:38

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail Anggaran BBM Truk TPA Sampah Jabon Terancam Habis, Terimbas Perang AS vs Iran

Truk-truk pengangkut sampah sedang membongkar muatan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Jabon, Sidoarjo. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

KETIK, SIDOARJO – Kepala Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo atau TPA Sampah Jabon Hajid Arif Hidayat cemas. Gara-gara harga BBM naik, anggaran untuk truk-truk pengangkut sampah terancam cepat habis. Nilainya miliaran rupiah.

”Ternyata perang Amerika Serikat dan Israel lawan Iran berdampak ke TPA Jabon. Saya sampai tidak bisa tidur,” katanya kepada Bupati Subandi saat pertemuan DLHK Sidoarjo, Bappeda Sidoarjo, Kominfo Sidoarjo, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo pada Senin (8 Juni 2026).

Perang AS versus Israel telah masuk pada bulan keempat sejak Februari 2026 lalu. Konflik bersenjata tersebut menghalangi distribusi minyak global lewat Selat Hormuz sehingga memicu kenaikan harga minyak dunia. Indonesia pun terimbas. Harga BBM nasional pun naik.

Hajid Arif Hidayat mengaku khawatir bila harga BBM jenis solar ini terus naik. Biaya pembelian BBM juga ikut naik. Harga BBM solar untuk jenis Dexlite sekitar Rp 23 ribu per liter. Harga Pertamina Dex Rp24.800 per liter. Truk-truk pengangkut sampah tergolong kendaraan dinas sehingga tidak bisa memakai BBM subsidi, biosolar. Jumlahnya sekitar 200 unit truk.

”Anggaran BBM untuk truk TPA Jabon bisa habis cuma sampai bulan 9 (September 2026),” ungkap Hajid Arif Hidayat.

Dia menyebutkan, anggaran untuk TPA Sampah Jabon terkena efisiensi hingga Rp 13 miliar pada 2026 ini. DLHK Sidoarjo mengalokasikan anggaran untuk truk-truk sampah di TPA Sampah Jabon Sidoarjo sekitar Rp 6,8 miliar dalam APBD 2026.

Jika harga BBM terus naik, maka anggaran yang mestinya bisa disiapkan sampai akhir tahun 2026 itu bakal habis. Untuk itu, dibutuhkan anggaran cadangan. Nilainya diperkirakan sekitar Rp 3,4 miliar. Jumlah itu tidak hanya untuk kebutuhan sampai akhir tahun 2026, tetapi dicadangkan pula untuk awal-awal tahun anggaran 2027.

”Kami butuh dukungan,” ucap Hajid Arif Hidayat.

Asisten 2 (Bidang Perekonomian dan Pembangunan) Bahrul Amig menyarankan pengelola BLUD TPA Sampah Jabon dan DLHK Sidoarjo untuk bersurat secara resmi tentang keluhan tersebut. Surat ditujukan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Sidoarjo.

Bupati Subandi menanggapi keluhan terkait biaya BBM untuk truk-truk sampah di TPA Sampah Jabon tersebut. Bupati Subandi berpesan kepada Kepala Bappeda Sidoarjo M. Ainur Rahman untuk membahas kebutuhan anggaran TPA Sampa Jabon tersebut. Ini demi kepentingan masyarakat.

”Tolong nanti bisa disampaikan juga kalau pas audiensi dengan DPR supaya juga tahu,” tegas Bupati Subandi. (*)

Tombol Google News

Tags:

Truk Sampah Sidoarjo Tpa Sampah Jabon Bupati Subandi DLHK Sidoarjo Hajid Arif Hidayat Bahrul Amig