KETIK, BATAM – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, melakukan inspeksi langsung terhadap pelayanan penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Centre dan Harbour Bay, Selasa, 31 Maret 2026.
Dalam kunjungan tersebut, keduanya memantau secara menyeluruh proses pelayanan, khususnya di sektor keimigrasian. Mereka memastikan setiap tahapan, mulai dari kedatangan penumpang hingga pemeriksaan dokumen perjalanan, berjalan tertib dan sesuai prosedur.
Amsakar menegaskan bahwa kelengkapan dan ketepatan pemeriksaan dokumen perjalanan menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas penumpang. Hal ini semakin penting saat terjadi lonjakan kunjungan, seperti pada musim liburan sekolah, akhir tahun, maupun hari besar keagamaan.
“Kami hadir di sini ingin memastikan dari dekat bagaimana tata kelola pelayanan keimigrasian di kedua pelabuhan ini,” ujar Amsakar.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan pihak imigrasi guna mencegah adanya praktik yang dapat merusak kualitas pelayanan di pelabuhan internasional.
Amsakar menekankan pentingnya penanganan cepat terhadap berbagai kendala di lapangan agar tidak berkembang menjadi persoalan yang berdampak pada citra daerah. Menurutnya, pelayanan yang optimal akan meningkatkan kepercayaan wisatawan mancanegara maupun investor terhadap Batam sebagai destinasi unggulan.
“Saya ingin tidak ada lagi praktik-praktik yang dapat mencoreng wajah Batam sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia,” pesannya.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turut menyampaikan bahwa kegiatan peninjauan ini menjadi bagian dari upaya evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan di pelabuhan internasional.
Ia menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir tindakan melawan hukum yang berpotensi mengganggu stabilitas pelayanan serta merusak kepercayaan internasional terhadap Batam.
“Kami bersungguh-sungguh untuk terus membenahi kualitas layanan di pelabuhan internasional yang ada. Kami juga telah mengingatkan seluruh petugas agar peristiwa yang dapat merugikan nama baik Batam sebagai kota wisata unggulan tidak kembali terulang di kemudian hari,” ujar Li Claudia. (*)
