KETIK, BANYUWANGI – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di lingkungan Banyuwangi International Yacht Club (BIYC) saat menggelar doa bersama dan santunan bagi anak yatim serta dhuafa pada Kamis, 7 Mei 2026.
Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya BIYC mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun harmoni dengan masyarakat sekitar.
Acara yang berlangsung khidmat itu melibatkan warga dari dua wilayah penyangga utama, yakni Kelurahan Kampung Mandar dan Kelurahan Kepatihan, Kabupaten Banyuwangi.
Kehadiran jajaran manajemen BIYC di tengah masyarakat menjadi simbol komitmen perusahaan untuk menjalin hubungan yang erat dengan lingkungan sekitar.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Banyuwangi Andik Basuki, Kapolsek Banyuwangi AKP Hendry Christanto, dan Danramil 0825/01 Banyuwangi Kapten Czi Sahar Susanto.
Baca Juga:
Rutin Berbagi, Perusahaan Tambang CV Bangkit Anugrah Jaya di Banyuwangi Kembali Salurkan Bansos untuk WargaTurut hadir pula Lurah Kepatihan Iwan Hari Wibowo, perwakilan Kelurahan Kampung Mandar, jajaran Bhabinkamtibmas dan Babinsa, tokoh masyarakat Perkumpulan Masyarakat Adat Mandar Banyuwangi (Mandarwangi), hingga warga dari kedua kelurahan.
Direktur BIYC, Dona Aprilia, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momen penting bagi keluarga besar Banyuwangi International Yacht Club untuk membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat sekitar.
Menurut Dona, penyaluran bantuan sembako yang dilakukan tidak hanya sekadar program corporate social responsibility (CSR), melainkan bentuk ketulusan dan keinginan BIYC untuk diterima sebagai bagian dari masyarakat.
Baca Juga:
Rayakan Hari Jadi ke-110, Pemkab Sleman Tebar Bantuan RTLH hingga Air Bersih di Tempel“Kami memiliki kerinduan besar untuk tidak hanya sekedar berbisnis, tapi ingin diterima sebagai bagian dari keluarga, sebagai tetangga, dan sebagai warga yang menjadi bagian utuh dari Kelurahan Kampung Mandar dan Kepatihan,” ujar Dona, Senin, 11 Mei 2026.
Ia menegaskan BIYC berkomitmen memberikan kontribusi positif bagi Banyuwangi.
Menurutnya, keberadaan investasi harus mampu membawa dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
“Kami ingin membangun citra investasi yang positif di Banyuwangi. Ke depan, kami bermimpi memberikan manfaat yang jauh lebih besar lagi. Namun, kami sadar tidak bisa berjalan sendiri. Untuk itu, kami memohon doa restu, dukungan, serta saran dan masukan demi kelancaran operasional kami,” terangnya.
Sementara itu, Camat Banyuwangi Andik Basuki mengapresiasi langkah BIYC yang dinilai menunjukkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat sinergi antara dunia usaha dan masyarakat.
“Ini perlu dicontoh dan mendapatkan apresiasi tinggi. Ini adalah bentuk kepedulian dan sinergi yang sangat baik antara perusahaan dengan masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tapi terus berlanjut secara berkesinambungan,” ujar Andik.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang sehat agar dunia usaha di Banyuwangi dapat berkembang sejalan dengan kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, meningkatnya tren kunjungan wisata di Banyuwangi harus turut memberikan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat luas.
“Dunia usaha butuh iklim investasi yang sejuk agar bisa berkembang baik. Tentu hal ini membutuhkan dukungan semua pihak; pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat,” katanya.(*)