KETIK, PACITAN – Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Ngile, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, menarik perhatian warga.
Bukan karena ukuran bangunannya yang cukup besar, melainkan karena arah hadap bangunan yang dinilai tidak lazim.
Dari pantauan Ketik.com di lokasi, bangunan gerai KDMP justru membelakangi jalan desa yang menjadi akses utama masyarakat.
Sebaliknya, sisi depan bangunan tampak menghadap hamparan persawahan yang berada di bagian bawah lokasi pembangunan.
Kondisi tersebut memunculkan beragam komentar warga.
Baca Juga:
Sebelumnya Sepi Peminat, Mini Job Fair Vol 2 Pacitan Kembali Dijadwalkan DigelarTak sedikit yang menyebut bangunan itu seolah lebih ramah kepada tanaman padi dibandingkan kepada calon pelanggan.
“Kalau dari jalan yang kelihatan justru bagian belakangnya. Yang menghadap sawah malah bagian depannya. Jadi terkesan seperti toko untuk padi,” ujar pengendara bercanda, Cahyono (29), Senin, 15 Juni 2026.
Secara kasat mata, bangunan berdinding seng berwarna abu-abu itu berdiri di atas lahan yang lebih tinggi dari area persawahan di sekitarnya.
Dari arah jalan desa, masyarakat akan melihat sisi samping hingga belakang bangunan.
Baca Juga:
Jalur Pertalite Padat, Pengisian Pertamax di Pacitan Sepi Usai Harga NaikSementara akses yang diduga menjadi pintu utama justru berada pada sisi yang menghadap ke area terbuka dan lahan pertanian.
Fenomena ini menjadi perbincangan karena gerai koperasi pada umumnya dirancang menghadap jalan agar mudah dikenali dan diakses masyarakat.
Apalagi KDMP merupakan program yang digagas untuk memperkuat perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui aktivitas koperasi.
Meski demikian, sejumlah warga menduga arah bangunan tersebut berkaitan dengan kondisi kontur lahan maupun rencana pengembangan kawasan di masa mendatang.
Ada kemungkinan akses utama nantinya dibangun dari sisi lain yang saat ini masih berupa lahan terbuka.
“Kalau nanti ada jalan baru di depan bangunan mungkin masuk akal. Tapi kalau tetap seperti sekarang, orang yang lewat pasti mengira itu gudang karena yang terlihat memang bagian belakang. Apa pembelinya padi?” kata warga lainnya bertanya, Kriswanto (38).
Terlepas dari perdebatan arah bangunan, kehadiran KDMP tetap diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat Desa Ngile.
Hanya saja, desain orientasi bangunan yang tidak biasa itu telah lebih dulu menjadi bahan obrolan warga sebelum koperasi tersebut resmi beroperasi.
Secara keseluruhan, Komandan Kodim 0801/Pacitan, Letkol Arh Imam Musahirul, S.H., M.I.P., menjelaskan bahwa dari total 172 desa dan kelurahan di Kabupaten Pacitan, terdapat 167 desa yang memungkinkan untuk dibangun KDMP.
"Dari 167 desa tersebut, progres pembangunan saat ini mencapai 78 titik, sedangkan 89 titik lainnya sudah selesai 100 persen," kata Imam saat memberikan keterangan terkait perkembangan pembangunan KDMP di Pacitan, Rabu, 10 Juni 2026.
Ia menambahkan, terdapat lima desa yang hingga kini belum dapat dibangun karena terkendala lahan yang tidak sesuai dengan ukuran yang ditentukan.
Kelima desa tersebut yakni Desa Sembowo, Karangmulyo, Petungsinarang, Temon, dan Ngunut.
"Untuk desa yang belum bisa dibangun, saat ini masih diupayakan solusi melalui mekanisme tukar guling lahan," jelasnya.
Selain pembangunan gedung, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana penunjang operasional KDMP.
Di antaranya 61 unit mobil truk, 30 unit mobil pikap, 288 unit kendaraan roda tiga untuk 144 desa, 300 unit AC untuk 60 desa, 204 unit APAR untuk 51 desa, serta berbagai perlengkapan gerai dan fasilitas klinik.
Terkait kapan KDMP mulai beroperasi, Imam mengatakan pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Namun demikian, ia memastikan operasional akan segera dilaksanakan setelah seluruh tahapan siap.
"Masih menunggu, tetapi secepatnya segera operasional," ujarnya.(*)