KETIK, SURABAYA – Bernardo Tavares tancap gas melakukan evaluasi usai Persebaya kalah 1-2 melawan Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Jumat 17 April 2026.
Evaluasi yang segera dilakukan pelatih asal Portugal itu dari akurasi. Menurutnya pada pertandingan itu, Persebaya banyak memiliki peluang mencetak gol hanya saja akurasi tendangan yang kurang baik.
"Akurasi tembakan akan kami coba perbaikinya," katanya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Kendati demikian, ia mengaku dalam setiap pertandingan memang terkadang akurasi menjadi hal yang patut diperhatikan. Situasi ini tidak hanya dialami Persebaya melainkan tim-tim lain.
"Terkadang sepak bola memang begitu, lihat tim besar di Eropa yang memiliki penguasaan bola lebih banyak, tembakan lebih banyak, lalu tim lawan datang satu atau dua kali dan mencetak gol," jelasnya.
Kondisi itu kata Tavares, juga dialami Madura United. Persebaya yang intens menekan Laskar Sapeh Kerrab justru kecolongan lewat skema serangan balik.
Evaluasi ini wajib dikerjakan Bernardo Tavares selama satu minggu ke depan, sebelum kembali bertanding melawan Malut di pekan 29.
Tren negatif ini ingin diputus Bernardo Tavares. Ia juga mengucapkan permintaan maaf kepada Bonek dan Bonita karena belum memberikan kemenangan dari dua pertandingan terakhir yang telah dijalani Persebaya. (*)
