Fenomena Cahaya Misterius Terlihat di Langit Malang, Ini Penjelasan dari BMKG dan Pakar Penerbangan

12 April 2026 15:43 12 Apr 2026 15:43

Kukuh Kurniawan, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Fenomena Cahaya Misterius Terlihat di Langit Malang, Ini Penjelasan dari BMKG dan Pakar Penerbangan

Fenomena cahaya misterius terlihat di langit Malang Selatan pada Sabtu, 11 April 2026 malam (Foto : Istimewa)

KETIK, MALANG – Warga di wilayah Malang Selatan tepatnya di Desa Slorok, Kecamatan Kromengan dan Kecamatan Dampit dikejutkan dengan adanya fenomena cahaya misterius yang terlihat di langit pada Sabtu, 11 April 2026 malam. Fenomena tersebut bisa disaksikan secara kasat mata tanpa alat bantu dan sempat direkam oleh warga. 

Dalam video amatir warga, cahaya misterius berwarna putih itu terlihat pada pukul 18.46 WIB dan bergerak cepat secara horizontal.

Sontak, hal itu menjadi viral di media sosial. Bahkan, fenomena tersebut dikaitkan dengan adanya peluncuran rudal sehingga menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat. 

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, mengatakan, fenomena cahaya misterius tersebut bukan berasal dari peluncuran rudal. Melainkan, sampah antariksa atau roket yang terbakar saat masuk atmosfer. 

"Dari analisis awal, menunjukkan objek tersebut kemungkinan besar sampah antariksa (space debris) atau tahap roket yang terbakar (re-entry) saat memasuki atmosfer bumi. Fenomena serupa juga terlihat melintas di langit malam di berbagai wilayah Indonesia seperti Lampung pada 4 April dan Natuna 9 April, Sulawesi dan Kalimantan," jelasnya saat dikonfirmasi oleh Ketik.com, Minggu, 12 April 2026. 

Untuk cahaya terang berbentuk ekor ubur-ubur (space jellyfish), pihaknya mengungkapkan bahwa hal tersebut muncul akibat pantulan sinar matahari pada gas buangan roket. 

"Cahaya terlihat memanjang dengan ekor gas yang lebar, sering kali disebabkan oleh roket China seperti Long March CZ-3B yang memantulkan cahaya matahari di ketinggian tinggi saat bumi sudah gelap," tambahhya. 

Dirinya mengungkapkan, bahwa masyarakat tidak perlu panik dan khawatir. Pasalnya, hal itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan senjata dan kerap terjadi di wilayah khatulistiwa.

"Fenomena ini sering terjadi di wilayah khatulistiwa, karena merupakan jalur orbit satelit dan sampah antariksa yang terbakar," terangnya. 

Sementara itu, Pakar Drone dan Penasihat Federasi Drone Indonesia (FDI), Arya Dega, mengungkapkan, fenomena cahaya misterius yang terlihat di langit Malang Selatan berasal dari peluncuran roket China Jielong 3.

"Dari data yang saya himpun, fenomena cahaya misterius itu berasal dari peluncuran roket Jielong 3 pada Sabtu, 11 April 2026 malam sekira pukul 18.30 WIB. Fenomena cahaya misterius itu disebut space jellyfish dan kerap terjadi saat peluncuran roket, yang disebabkan oleh pantulan sinar matahari dari gas buangan roket di ketinggian tinggi," bebernya. 

Arya juga menambahkan, bahwa fenomena serupa tidak hanya terjadi di wilayah Malang Selatan saja. Melainkan, juga terlihat di beberapa daerah di Indonesia seperti Bali maupun Bengkulu. 

"Space jellyfish ini juga dilaporkan terlihat di Tarakan, Lombok maupun Bali," tandasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Roket China Fenomena Cahaya Misterius Langit Malang Selatan BMKG Stasiun Geofisika Malang Pakar Penerbangan Space Jellyfish Info Malang Berita Malang