KETIK, BANDUNG – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati mendorong pelaku UMKM kopi di Kabupaten Bandung memanfaatkan momentum berdirinya Monumen Kopi Kabupaten Bandung Mendunia untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar hingga tingkat internasional.
Menurut Emma, keberhasilan industri kopi tidak cukup hanya mengandalkan kualitas biji kopi. Nilai tambah justru ditentukan melalui inovasi produk, desain kemasan, pemasaran, hingga kemampuan membangun jejaring bisnis.
"Keberhasilan kopi tidak hanya ditentukan oleh kualitas bijinya, tetapi juga pengolahan, desain kemasan, inovasi produk, pemasaran, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," kata Emma saat membuka Bandung Bedas Coffee Trade Market 2026 di kawasan Monumen Kopi Kabupaten Bandung Mendunia, Jalan Raya Al Fathu Soreang, Senin (29/6/2026).
Ia mengatakan, pameran kopi tersebut menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat sekaligus membangun jaringan usaha dengan para buyer, eksportir, maupun investor.
"Momentum ini harus dimanfaatkan sebagai ajang networking, bertukar pengalaman, memperluas pasar, dan membawa produk kopi Kabupaten Bandung naik kelas hingga mampu bersaing di pasar internasional," ujarnya.
Baca Juga:
Rekomendasi Spot Nongkrong di Malang, Arte Coffee & Eatery Sajikan Kopi di Gelas Bersuhu -86°CEmma menilai Kabupaten Bandung memiliki modal besar sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Jawa Barat. Berbagai kawasan penghasil kopi seperti Pangalengan, Ciwidey, Arjasari, Cimaung, Gunung Puntang, Cilengkrang, Manglayang hingga Ibun telah menghasilkan kopi dengan karakter cita rasa yang beragam, bahkan sebagian telah memasuki pasar ekspor.
Karena itu, Dekranasda akan terus mendorong peningkatan kapasitas UMKM agar mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing lebih tinggi.
"UMKM harus terus naik kelas sehingga produk-produk lokal semakin kompetitif dan mampu membawa nama Kabupaten Bandung lebih mendunia," katanya.
Emma juga mengajak Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bandung yang baru untuk mengambil peran lebih besar dalam memperluas pemasaran kopi daerah.
Baca Juga:
Hari Jadi ke-385, KDS Ingin Kabupaten Bandung Dikenal Kuat dari Desa dan MenduniaMenurutnya, keterlibatan dunia usaha akan mempercepat lahirnya kolaborasi baru antara petani, pelaku UMKM, investor, hingga eksportir.
Selain itu, ia berharap kawasan Monumen Kopi tidak berhenti sebagai ikon baru Kabupaten Bandung, tetapi berkembang menjadi pusat promosi produk kopi dan ekonomi kreatif.
"Kita ingin masyarakat datang bukan hanya melihat monumennya, tetapi juga menikmati kopinya, membeli produknya, dan mengenal pelaku UMKM yang ada di balik setiap cangkir kopi Kabupaten Bandung," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan penyelenggaraan Bandung Bedas Coffee Trade Market 2026 sengaja digelar bersamaan dengan peresmian Monumen Kopi agar masyarakat memperoleh pengalaman yang utuh mengenai industri kopi Kabupaten Bandung.
"Kalau orang datang ke monumen pasti bertanya, kopinya mana. Karena itu kami menghadirkan pameran agar masyarakat bisa melihat langsung perjalanan kopi Kabupaten Bandung dari hulu sampai hilir," kata Zeis.
Ia berharap kawasan tersebut ke depan berkembang menjadi destinasi wisata tematik yang dilengkapi pusat promosi UMKM, kafe, hingga sentra oleh-oleh berbasis kopi sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Bandung.(*)