AS Batal Serang Iran, Ini Alasannya

Editor: Muhammad Faizin

17 Jan 2026 08:02

Headline

Thumbnail AS Batal Serang Iran, Ini Alasannya
Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Instagram/@potus)

KETIK, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa keputusan Amerika Serikat untuk batal melancarkan serangan militer terhadap Iran pada pertengahan Januari 2026 ini didasarkan kabar bahwa pemerintah Iran membatalkan rencana eksekusi massal terhadap para pengunjuk rasa.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan pada 16 Januari 2026, di tengah spekulasi luas bahwa Amerika Serikat hampir saja melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas penindakan keras terhadap demonstrasi anti-pemerintah yang telah mengguncang negara itu sejak akhir Desember.

Trump menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan hasil tekanan dari sekutu atau negara-negara Arab, melainkan keputusan pribadi yang ia ambil setelah menerima informasi terbaru dari Iran.

“Tidak ada yang meyakinkan saya. Tetapi saya yang meyakinkan diri saya sendiri,” kata Trump menjawab pertanyaan wartawan, seperti dikutip dari Times of Israel, Sabtu, 17 Januari 2026.

Baca Juga:
Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Trump mengklaim bahwa pemerintah Iran sebelumnya telah menjadwalkan lebih dari 800 eksekusi terhadap para demonstran, namun rencana tersebut tidak jadi dilaksanakan.

“Kamu kemarin sudah menjadwalkan lebih dari 800 gantungan,” ujar Trump.

“Mereka tidak menggantung siapa pun. Mereka membatalkan gantungan itu. Itu memiliki dampak besar,” sambung pria 79 tahun itu.

Dalam pernyataan terpisah di media sosial, Trump menyampaikan apresiasi kepada kepemimpinan Iran atas langkah tersebut.

Baca Juga:
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

“Saya sangat menghargai fakta bahwa semua gantungan yang dijadwalkan, yang akan terjadi kemarin — lebih dari 800 — telah dibatalkan oleh kepemimpinan Iran. Terima kasih!” tulis Trump.

Sejauh ini, belum ada konfirmasi independen yang dapat memverifikasi klaim Donald Trump tentang rencana eksekusi massal tersebut, maupun pembatalannya. Pemerintah Iran tidak secara resmi mengumumkan adanya jadwal eksekusi terhadap ratusan demonstran, dan organisasi pemantau hak asasi manusia belum merilis data yang mendukung angka tersebut.

Meski demikian, pernyataan Trump mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat berada sangat dekat dengan keputusan untuk menyerang Iran. Ketegangan meningkat tajam setelah laporan mengenai penindakan keras aparat Iran terhadap gelombang protes nasional yang dipicu oleh krisis ekonomi dan tuntutan perubahan politik.

Sejak akhir Desember, demonstrasi di berbagai kota Iran dilaporkan telah menewaskan ribuan orang menurut kelompok hak asasi, meski angka pastinya sulit diverifikasi akibat pembatasan informasi dan pemadaman internet.

Trump dikabarkan memutuskan untuk menahan diri dari opsi militer.

Trump disebut masih berdiskusi dengan Israel dan sejumlah elite di AS terkait rencana serangan terhadap Iran. Media Israel melaporkan bahwa skenario serangan belum sepenuhnya dikesampingkan dan akan bergantung pada perkembangan situasi di Iran.

Dalam konteks ini, Trump dilaporkan telah melakukan dua kali percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam dua hari, menunjukkan koordinasi tingkat tinggi antara Washington dan Tel Aviv. Baik Gedung Putih maupun kantor Netanyahu menolak memberikan komentar rinci mengenai isi pembicaraan tersebut.

Di sisi lain, Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap wilayahnya akan dibalas. Pemerintah Teheran menyatakan bahwa baik Amerika Serikat maupun Israel akan dianggap sebagai target sah jika konflik bersenjata pecah.

Tekanan diplomatik dari negara-negara kawasan juga menjadi bagian dari lanskap pengambilan keputusan. Sejumlah pemimpin Timur Tengah menyuarakan kekhawatiran bahwa serangan AS dapat memicu konflik regional yang lebih luas dan tidak terkendali.

Hingga pertengahan Januari 2026, keputusan Trump untuk menahan serangan menandai jeda sementara dalam eskalasi, namun ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tetap tinggi. Pernyataan Trump bahwa pembatalan eksekusi memiliki dampak besar menunjukkan bahwa faktor kemanusiaan, setidaknya menurut versi Washington, turut mempengaruhi kalkulasi strategis yang hampir membawa kawasan menuju konflik terbuka. (*)

Baca Sebelumnya

Taklukkan Medan Ekstrem, Samie Baridwan Jadi Pembalap Indonesia Pertama Juara Stage Dakar

Baca Selanjutnya

PLN Batam Tegaskan Komitmen Budaya K3 Lewat Apel Bulan K3 Nasional 2026

Tags:

AS Batal Serang Iran Presiden AS Donald Trump Israel Netanyahu

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kembangkan Teknologi RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas, Dosen Unmuh Jember Raih Gelar Doktor di Jepang

16 April 2026 08:00

Kembangkan Teknologi RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas, Dosen Unmuh Jember Raih Gelar Doktor di Jepang

Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

16 April 2026 06:58

Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

16 April 2026 05:50

Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H