KETIK, MALANG – Arema FC merespons serius gelombang kekecewaan Aremania, julukan suporter Arema, setelah tim berjuluk Singo Edan tersebut menelan dua kekalahan beruntun dalam laga Derby Jawa Timur.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan bahwa pihak klub menghargai setiap bentuk aspirasi yang disampaikan Aremania.

“Apa pun bentuk reaksi Aremania, kami sangat menghargai. Yang terpenting, kondusivitas tetap terjaga dan terhindar dari tindakan destruktif,” ujar Inal, sapaan karib Yusrinal, Senin, 4 Mei 2026. 

Yusrinal menegaskan bahwa evaluasi saja tidak cukup tanpa hasil nyata di lapangan.

“Kami instruksikan dengan jelas, empat laga tersisa harus mampu menghasilkan poin maksimal, baik di kandang maupun tandang,” tegasnya.

Baca Juga:
Manajemen Arema FC Buka Suara Soal Aksi Aremania, Ultimatum Tim Evaluasi Total!

Sebelumnya, Arema FC harus menelan hasil buruk dalam dua laga terakhir. Setelah dikalahkan Persebaya, skuad besutan Marcos Santos tersebut kembali bertekuk lutut 2-3 saat dijamu Persik Kediri akhir pekan ini.

Rentetan kekalahan ini memantik gelombang protes Aremania. Terakhir, usai timnya dibekuk Persik Kediri, mereka menggelar unjuk rasa di depan kantor Arema FC di Jalan Mayjen Panjaitan, Malang. Aksi itu sempat menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Para pengunjuk rasa ditemui Manajer Bisnis Arema FC, Munif Bagaskara Wakid. Mewakili manajemen, ia menegaskan bahwa klub menerima dan memahami seluruh aspirasi yang disampaikan.

“Intinya kami mendengar aspirasi dari teman-teman, termasuk keluh kesah dan kekecewaan Aremania,” kata Munif.

Baca Juga:
Kecewa Hasil Laga Kontra Persebaya, Arema FC Evaluasi Total dan Bakal Berjuang di Sisa Laga

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan, yang terdampak aksi tersebut.

Munif menambahkan, manajemen berkomitmen mencari solusi terbaik bersama Aremania demi perbaikan tim ke depan.

Saat ini, Arema FC memang berada di posisi aman dan dipastikan terhindar dari zona degradasi. Namun, manajemen menegaskan tidak ingin terlena dengan kondisi tersebut.