KETIK, MALANG – Manajemen Arema FC buka suara terkait hasil buruk yang mereka dapat dalam laga kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa, 28 April 2026.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengaku kecewa dan menegaskan bahwa hasil ini menjadi alarm keras untuk pembenahan internal tim.
Pria yang akrab disapa Inal ini menegaskan bahwa manajemen berada di barisan yang sama dengan Aremania. Ia menuntut tanggung jawab nyata dari seluruh jajaran pelatih dan pemain atas performa di lapangan.
Menurut Inal, hasil laga krusial ini akan menjadi bahan evaluasi besar-besaran untuk menentukan masa depan tim di kompetisi mendatang. Tidak ada ruang bagi hasil yang tidak maksimal di sisa musim.
“Kami sangat memahami kekecewaan Aremania. Harapan besar semula ada pada laga derbi ini, setelah tren positif saat melawan Persib. Namun hasilnya berbeda," kata Inal.
"Untuk itu, kami menginstruksikan secara tegas kepada tim agar empat laga tersisa harus menghasilkan poin maksimal sebagai pembuktian profesionalisme mereka,” sambungnya.
Manajemen secara objektif mengakui adanya kendala teknis yang memengaruhi stamina punggawa Singo Edan.
Jadwal yang sangat padat—termasuk melakoni dua laga big match beruntun melawan Persib dan Persebaya—diakui cukup menguras fisik pemain.
Selain itu, ketidakpastian terkait venue pertandingan yang sempat berubah-ubah sebelum laga turut memecah konsentrasi sistem pendukung (support system) klub.
Inal berharap hal ini menjadi catatan bagi operator liga ke depannya, terkait rest period, yakni perlunya pertimbangan jeda istirahat yang ideal bagi tim yang melakoni laga bertensi tinggi.
“Serta kepastian venue. Kepastian lokasi pertandingan derbi sangat krusial bagi kesiapan mental dan logistik klub,” papar Inal.
Mewakili klub, Inal menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada Aremania dan seluruh pecinta sepak bola di Malang Raya.
Ia mengapresiasi cara Aremania dalam menyampaikan kritik yang konstruktif serta tetap menjaga kondusivitas.
“Kami berterima kasih kepada Aremania yang luar biasa dalam memberikan dukungan serta tetap respek dengan menyampaikan evaluasi secara elegan. Kami mengajak semua pihak untuk melihat ini murni sebagai persoalan teknis sepak bola,” tambahnya.
Manajemen mengimbau agar hasil pertandingan ini tidak dikembangkan menjadi isu-isu provokatif yang negatif.
Fokus utama saat ini adalah introspeksi, perbaikan kualitas, dan bangkit demi nama besar Arema serta Aremania. (**)
