KETIK, MALANG – Kasus gangguan mental di tengah masyarakat Malang Raya menunjukkan adanya tren peningkatan. Tentunya, kondisi ini menjadi perhatian serius karena bisa berujung pada perilaku menyakiti diri (self injury) hingga mengakhiri hidup. 

Ketua Program Indonesia Sehat Jiwa Yayasan Mahargijono Schutzenberger Indonesia, Sofia Ambarini mengatakan, bahwa gangguan mental dipicu oleh berbagai faktor. Mulai dari tekanan hidup, minimnya dukungan sosial, hingga kurangnya ruang aman untuk bercerita. 

"Kami melihat saat ini, memang ada peningkatan kasus khususnya berkaitan dengan kecemasan, depresi dan stres yang tidak tertangani dengan baik. Sehingga, beberapa sampai mengarah pada perilaku menyakiti diri sendiri," jelasnya, Senin, 4 Mei 2026. 

Dirinya mengungkapkan, kondisi itu jarang disebabkan oleh satu masalah besar. Namun, lebih kepada akumulasi berbagai persoalan yang dialami individu dalam waktu lama tanpa adanya penanganan. 

Ia pun menerangkan, upaya pencegahan harus dimulai dari hal-hal sederhana. Salah satunya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, sekaligus menghapus stigma negatif terhadap individu yang berani mencari bantuan. 

Baca Juga:
Libur Tanggal Merah Mei 2026, Ini 3 Destinasi Populer di Malang

"Masih banyak yang takut dianggap lemah kalau bercerita. Padahal, itu merupakan langkah awal untuk pulih," tambahnya. 

Selain itu, akses terhadap layanan kesehatan mental seperti konseling juga perlu diperluas dan mudah dijangkau masyarakat. Kemudian peran lingkungan terdekat seperti keluarga, teman, hingga tempat kerja juga dinilai penting untuk menciptakan sistem dukungan yang aman. .

Sofia menegaskan, bahwa dampak gangguan mental tidak hanya dirasakan oleh individu, melainkan juga lingkungan sekitar. Mulai dari menurunnya produktivitas, terganggunya hubungan sosial, hingga munculnya risiko perilaku berbahaya.

"Apabila tidak ditangani, bisa berkembang ke kondisi yang lebih serius termasuk keinginan untuk mengakhiri hidup," terangnya. 

Baca Juga:
Soroti Darurat Kesehatan Mental, Tri Rismaharini Resmi Jadi Anggota Kehormatan PKHI

Namun di sisi lain, meningkatnya jumlah masyarakat yang mulai berani mencari bantuan psikis dinilai sebagai hal yang positif. Ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental, meski kebutuhan layanan masih cukup besar. 

Dalam kesempatan tersebut, Sofia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi orang di sekitar. Ia pun kembali mengingatkan, bahwa tidak semua orang yang terlibat baik-baik saja benar-benar dalam kondisi baik. 

"Kalau ada teman atau anggota keluarga yang mulai berubah seperti lebih tertutup atau emosinya tidak stabil, maka coba dekati dengan empati. Dengarkan tanpa menghakimi dan arahkan ke bantuan profesional," tandasnya. (*)