Akses Pupuk Subsidi di Pacitan Dipersulit, Petani: Ada Permainan Mafia

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Naufal Ardiansyah

24 Feb 2024 02:58

Thumbnail Akses Pupuk Subsidi di Pacitan Dipersulit, Petani: Ada Permainan Mafia
Senyum petani di Pacitan penuh harap, tak ingin selalu jadi objek monopoli dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Sejumlah warga di Pacitan, Jawa Timur, protes adanya dugaan mafia yang mempersulit akses petani terhadap pupuk bersubsidi.

Hal itu dikatakan oleh Anang Ismeidani, petani asal Desa Gembong, Kecamatan Arjosari. Ia menyebut bahwa stok pupuk subsidi sejatinya melimpah, namun besar dugaan terdapat mafia yang memonopoli.

Membuat petani kesulitan untuk mendapatkan. "Intinya gini bukan berarti stok tidak ada, sebenarnya ada mafia yang bermain disini, mafia yang jual. Jadi, untuk ngakses pupuk bersubsidi ini warga dipersulit," kata Dani kepada ketik.co.id, Sabtu, (24/2/2024).

Indikasi penyimpangan penyaluran pupuk subsidi di kawasan tersebut, sebenarnya sudah menjadi rahasia umum. Namun sayangnya hingga saat ini aktivitas bisnis ilegal tersebut belum pernah terungkap.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Para petani sudah beberapa kali memberikan peringatan keras kepada penyedia pupuk subsidi. Mereka memprotes agar proses penebusan pupuk subsidi tidak dipersulit seolah petani selalu dibodohi.

"Kami sudah memberikan warning beberapa kali sama penyedianya. Intinya, kalau urusan masyarakat petani, apalagi pupuk subsidi jangan dipersulit. Ketika mau ditebus tidak apa-apa. Kalau tidak, itu urusan penyedia," tegas pria berusia 29 tahun itu.

Pupuk bersubsidi jatah petani berdasarkan (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) RDKK pada penyedia sejatinya telah di tentukan oleh pemerintah. Besar dugaan, pupuk bersubsidi jatah petani yang tidak di tebus selama ini dijual kepada pihak lain.

Bahkan, berhubung petani di kawasan itu tidak mengambil pupuk jatah mereka. Sangat mungkin terjadi pupuk didistribusikan keluar daerah, dengan dalil penyedia tak sanggup menampung.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Alhasil, pihak tak bertanggungjawab dapat seenaknya mempermainkan alokasi kuota hingga harga pupuk. Utamanya bagi petani yang awam dan minim pengetahuan.

"Tapi ketika di tebus. Tolonglah mafia jangan mempersulit, itu beda dan lain cerita. Tapi ternyata kemarin terulang kembali," sambungnya menceritakan.

Pemerintah hingga Aparat Diminta Tindak Tegas Mafia Pupuk Subsidi

Akibat ulah mafia pupuk, sebagian besar petani di Desa Gembong kesulitan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman miliknya. Hal ini tentu saja berdampak pada hasil panen dan kesejahteraan.

"Akibatnya banyak petani di sini yang kesulitan mendapatkan pupuk. Pupuknya ada, tapi dipersulit. Ini kan jelas-jelas merugikan petani," terangnya mengeluh.

Dani dan sejumlah warga lainnya berharap pemerintah dan aparat dapat segera turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Mereka memohon supaya mafia pupuk subsidi dapat ditindak tegas dan akses pupuk subsidi bagi masyarakat dapat dibenahi. (*)

Baca Sebelumnya

Pupuk Subsidi Langka, Petani di Pacitan Beralih ke Kotoran Kambing

Baca Selanjutnya

Lanjutan OTT Sidoarjo, KPK Telusuri Dana Pemotongan Insentif Khusus dan Dominan untuk Kebutuhan Bupati

Tags:

Petani di Pacitan Pupuk Subsidi Mafia Pupuk Subsidi Gembong Pacitan pacitan Pupuk di Pacitan Arjosari

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar