KETIK, LEBAK – Event budaya tahunan Seba Baduy kembali digelar di Kabupaten Lebak mulai 23–26 April 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Alun-alun Rangkasbitung ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga momentum strategis untuk mendorong promosi ekonomi kreatif serta pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Ketua Ekonomi Kreatif Kabupaten Lebak, Andi Yuliandi, menyampaikan bahwa puluhan pelaku UKM lokal turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Kami mencatat kurang lebih ada 54 UKM yang terlibat dalam event budaya Seba Baduy tahun ini,” ujar Andi Yuliandi kepada Ketik.com di Alun-alun Rangkasbitung, Rabu, 22 April 2026.

Menurutnya, selain pelaku usaha dari Lebak, sejumlah UKM dari luar daerah seperti Tangerang dan Serang di Provinsi Banten juga turut meramaikan dengan membuka berbagai stan pameran.

Baca Juga:
RSUD Adjidarmo Disorot dalam Paripurna DPRD Lebak, DPRD Ungkap Dugaan Kelalaian Pelayanan

“Selain dari Lebak, ada juga UKM dari Tangerang dan Serang. Ini bagian dari upaya kita untuk saling mempromosikan produk ekonomi kreatif sekaligus memperluas jaringan pemasaran,” katanya.

Andi menjelaskan, Seba Baduy merupakan event budaya yang digelar rutin setiap tahun dan memiliki daya tarik besar bagi wisatawan.

Tradisi ini menampilkan perjalanan masyarakat adat Baduy yang datang ke Rangkasbitung untuk melaksanakan prosesi Seba.

“Tahun ini diperkirakan sekitar 1.500 warga Baduy akan datang ke Rangkasbitung untuk mengikuti prosesi Seba. Ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan,” ungkapnya.

Baca Juga:
Bupati Lebak Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan, Siapkan 217 Hektare Sawah Baru

Selain prosesi adat, pengunjung juga dapat menikmati berbagai stan tematik berbasis potensi lokal.

Terdapat sekitar 10 stan yang menampilkan beragam aktivitas budaya dan kerajinan khas.

“Ada stan tematik yang menampilkan potensi lokal, seperti demo membatik, menenun, membuat gelang, hingga kerajinan khas Baduy lainnya. Dari sisi UKM, juga ada proses pembuatan gula aren, kue jojorong, dan berbagai produk tradisional lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, masuknya Seba Baduy dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) turut meningkatkan daya tarik event ini di tingkat nasional.

“Karena sudah masuk dalam KEN, tentu tamu yang datang akan lebih banyak, termasuk wisatawan dan perwakilan dari Kementerian Pariwisata serta Pemerintah Provinsi Banten,” pungkasnya. (*)