87.600 Liter Minyakita Turun ke Pasar dan RPK Lebak-Pandeglang

6 Juni 2026 11:16 6 Jun 2026 11:16

Abdul Kohar

Editor
Thumbnail 87.600 Liter Minyakita Turun ke Pasar dan RPK Lebak-Pandeglang

Pimpinan Bulog Lebak, M. Syaukani saat diwawancarai oleh ketik.com diruang kerjanya. (Foto: Abdul Kohar)

KETIK, LEBAK – Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Lebak terus mengintensifkan penyaluran minyak goreng bersubsidi Minyakita melalui jaringan mitra pedagang dan pengecer yang selama ini telah bekerja sama dengan Bulog. 

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pasokan minyak goreng bagi masyarakat di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

Pimpinan Cabang Perum Bulog KC Lebak, M. Syaukani, mengatakan penyaluran Minyakita menjadi salah satu program strategis yang terus dijalankan guna mendukung keterjangkauan harga bahan pokok di tengah masyarakat. Selain melalui pasar-pasar tradisional, distribusi juga dilakukan melalui jaringan resmi Bulog yang tersebar di wilayah kerja KC Lebak.

"Untuk minggu ini, kami telah menyalurkan sebanyak 27.600 liter Minyakita kepada para pedagang dan pengecer di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, serta Pasar Badak, Kabupaten Pandeglang. Penyaluran ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah," ujar Syaukani saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, selain melalui pedagang dan pengecer, Bulog juga mengoptimalkan distribusi melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi mitra resmi Bulog. Saat ini terdapat sekitar 200 RPK yang aktif mendistribusikan berbagai komoditas pangan, termasuk Minyakita, kepada masyarakat.

"Melalui jaringan RPK yang jumlahnya mencapai sekitar 200 unit tersebut, total penyaluran Minyakita yang telah kami lakukan mencapai sekitar 60.000 liter. Kami berharap distribusi yang masif dan berkelanjutan ini dapat membantu menjaga ketersediaan barang di pasar sekaligus menstabilkan harga di tingkat konsumen," katanya.

Syaukani menjelaskan, keberadaan Minyakita di pasaran memiliki peran penting dalam mendukung stabilitas harga minyak goreng. Dengan pasokan yang terjaga dan distribusi yang merata, masyarakat diharapkan dapat memperoleh minyak goreng sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.

Ia menambahkan, Bulog secara rutin melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan ketersediaan komoditas pangan strategis di wilayah kerjanya. Pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif guna mencegah terjadinya kelangkaan pasokan maupun lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, distributor, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan rantai distribusi berjalan lancar. Dengan sinergi yang baik, kami optimistis pasokan Minyakita tetap aman dan harga dapat terkendali sesuai HET," ujarnya.

Lebih lanjut, Syaukani menegaskan bahwa Bulog KC Lebak akan terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan pasar dan siap menyesuaikan volume penyaluran apabila terjadi peningkatan permintaan di masyarakat. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan konsumsi rumah tangga.

"Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan. Melalui penyaluran Minyakita yang berkelanjutan melalui pedagang, pengecer, maupun jaringan RPK, kami berharap masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan mudah, harga tetap stabil sesuai HET, dan kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi dengan baik," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

87.600 Liter minyakita Turun Ke Pasar Dan Rpk Lebak- Pandeglang Provinsi Banten Bulog Lebak ketik.com subsidi