Efek MBG Bikin Harga Pangan Naik, BGN Janjikan Marketplace Jadi Solusi

20 September 2026 18:42 20 Sep 2026 18:42

Dafa Wahyu P., Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Efek MBG Bikin Harga Pangan Naik, BGN Janjikan Marketplace Jadi Solusi

Kepala BGN, Sudaryono seusai menghadiri Rembug Paripurna KTNA, di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Sabtu, 19 September 2026. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memengaruhi kondisi pasar komoditas pangan, termasuk daging ayam. 

Menurutnya, peningkatan kebutuhan akibat MBG membuat pasar mengalami perubahan sehingga diperlukan mekanisme untuk mengendalikan ketersediaan pasokan.

Sudaryono mengatakan persoalan tersebut telah dibahasnya bersama asosiasi. Ia menyebut kondisi harga komoditas ayam saat ini berbeda dengan telur yang justru berada pada harga murah.

“Saya sudah ketemu dengan asosiasi, betul, masalahnya ayamnya tinggi, telurnya sekarang harganya murah,” ujarnya seusai menghadiri Rembug Paripurna KTNA, di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Sabtu, 19 September 2026.

Ia menjelaskan, MBG menjadi pasar baru yang muncul dengan kebutuhan dalam jumlah besar sehingga keberadaannya dapat memengaruhi mekanisme pasar yang sebelumnya telah berjalan.

“Tentu saja begini, MBG ini emerging market, jadi dia mendistorsi pasar,” kata Mas Dar, sapaanya.

Untuk merespons kondisi tersebut, Mas Dar menyampaikan rencana pembangunan marketplace yang dapat digunakan untuk membantu mengendalikan pasokan.

Menurutnya, mekanisme tersebut menjadi salah satu cara yang sedang dipersiapkan untuk mengantisipasi persoalan distribusi komoditas pangan.

“Ini saya lagi, makanya salah satu caranya saya mau bangun marketplace tadi supaya kita bisa kontrol,” jelasnya.

Mas Dar juga menyoroti kondisi pasokan ayam di sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa. Ia menyebut terdapat beberapa kabupaten yang hampir tidak memiliki persediaan ayam beku maupun ayam dingin.

“Bahkan di beberapa daerah ya, daerah di luar Jawa, ada beberapa kabupaten itu stok ayam frozen atau ayam dinginnya itu hampir nggak ada,” ungkapnya.

Keterbatasan stok tersebut, menurut Sudaryono, membuat masyarakat membeli ayam dari pemasok yang tersedia di pasar. Kondisi itu dapat berujung pada persoalan kualitas apabila ayam yang diperoleh sudah tidak dalam kondisi segar.

“Dan itu juga kemudian menyebabkan orang beli ayamnya asal di supplier pasar misalnya gitu, sehingga kadang ayamnya sudah nggak fresh dan lain sebagainya yang menyebabkan adanya gangguan,” tuturnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya pasokan khusus untuk memenuhi kebutuhan MBG, Sudaryono menegaskan bahwa kebutuhan tersebut memang harus disiapkan. 

Ia menilai pemenuhan kebutuhan gizi dalam program MBG perlu berjalan beriringan dengan perputaran ekonomi.

“Ya harus, saya ini kan alumni Kementan ya jadi ya buat saya penting bagi saya ya bukan hanya memenuhi kebutuhan gizinya, tapi juga perputaran ekonominya juga harus jelas,” pungkas Sudaryono.(*)

Tombol Google News

Tags:

harga bahan pokok Badan Gizi Nasional Makan bergizi gratis Info Kota Batu Berita Kota Batu program MBG MBG Kepala Bgni Sudaryono