KETIK, BATU – Aliran irigasi di Dam Sumber Genengan, Kota Batu, mulai dinormalisasi setelah lama terhambat sedimentasi dan sampah. Perumdam Among Tirto turun langsung membersihkan area tersebut guna memastikan pasokan air ke sektor pertanian kembali optimal.
Normalisasi dilakukan di Dam Sumber Genengan, Jalan Patimura, Jumat, 17 April 2026, dengan fokus pada pengangkatan sedimentasi serta pembersihan sampah yang mengganggu aliran air.
Kerja bakti Perumdam Among Tirto ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan lingkungan Indonesia Asri.
Direktur Perumdam Among Tirto Kota Batu, Achmad Yusuf, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil sosialisasi bersama kelompok tani (poktan) dan pemanfaat sumber air Sumber Genengan.
Baca Juga:
Pemkot Batu Perkuat Peran KIM, Dorong Produksi Konten Desa yang Kreatif dan Berdampak“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi tahap kedua bersama kelompok tani dan pemanfaat Sumber Genengan. Salah satu kesepakatannya adalah Perumdam Among Tirto bertanggung jawab melakukan normalisasi dam ini,” ujar Gendon, sapaan akrabnya.
Ia mengungkapkan, kondisi dam sebelumnya dipenuhi sedimentasi dan sampah akibat tidak dilakukan pembersihan dalam waktu cukup lama, sehingga aliran air tidak optimal menuju jaringan irigasi.
“Material yang dibersihkan didominasi sampah dan sedimen. Karena sudah lama tidak dibersihkan, aliran air banyak terbuang ke sungai besar. Dengan normalisasi ini, kami berharap aliran air bisa maksimal masuk ke saluran irigasi,” jelasnya.
Kegiatan kerja bakti tersebut melibatkan seluruh jajaran Perumdam Among Tirto dengan dukungan warga sekitar yang turut membantu proses pembersihan.
Baca Juga:
Pemkot Batu Terima PSU 13 Perumahan, Nilai Aset Tembus Rp741 MiliarUntuk tahap awal, normalisasi dilakukan secara mandiri oleh Perumdam dengan fokus pada pemetaan kondisi dam.
Ke depan, tidak menutup kemungkinan dilakukan kolaborasi dengan dinas terkait guna mempercepat penanganan lanjutan.
“Pada tahap awal kami lakukan sendiri sambil memitigasi kondisi dam. Jika ke depan diperlukan penanganan lanjutan, tentu akan kami koordinasikan dengan dinas terkait,” ungkapnya.
Gendon menegaskan, langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memastikan kebutuhan air bagi sektor pertanian tetap terpenuhi.
“Kami mendukung gerakan Indonesia Asri. Sekaligus sesuai arahan Wali Kota, pemanfaatan air untuk irigasi pertanian tetap menjadi prioritas. Karena itu, kami berkomitmen menjaga dan membersihkan dam ini agar manfaatnya dapat dirasakan petani,” pungkasnya.