Pemkot Batu Gandeng UM Luncurkan Eco Sort, Warga Diajak Pilah Sampah Rumah Tangga

20 Juli 2026 11:58 20 Jul 2026 11:58

Dafa Wahyu P., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pemkot Batu Gandeng UM Luncurkan Eco Sort, Warga Diajak Pilah Sampah Rumah Tangga

Wali Kota Batu, Nurochman saat memungut sampah diacara peluncuran aplikasi Eco Sort. (Foto: Prokopim Setda Kota Batu)

KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu terus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dengan membiasakan pemilahan sejak dari rumah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran aplikasi Eco Sort yang dikembangkan bersama mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) sebagai bagian dari Program Belajar Bersama Masyarakat (BBM), bersamaan dengan kegiatan Eco Sort Trash Walk di Desa Oro-Oro Ombo, Minggu, 19 Juli 2026.

Wali Kota Batu, Nurochman, mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat yang dimulai dari kebiasaan memilah sampah di tingkat rumah tangga.

“Memilah sampah mungkin terlihat sebagai hal sederhana, tetapi justru di situlah tantangan terbesar kita. Jika kebiasaan ini dapat dimulai dari rumah, maka persoalan pengelolaan sampah di tahap berikutnya akan jauh lebih mudah diselesaikan,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut, Pemerintah Kota Batu bersama mahasiswa Universitas Negeri Malang meluncurkan aplikasi Eco Sort.

Aplikasi ini dirancang untuk mendokumentasikan aktivitas pemilahan, pengelolaan, hingga penimbangan sampah rumah tangga secara digital.

Melalui data yang terkumpul, pemerintah diharapkan dapat menyusun kebijakan pengelolaan sampah yang lebih akurat, terukur, dan sesuai dengan kondisi riil di masyarakat.

Cak Nur menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Kami berharap edukasi, inovasi, dan kolaborasi seperti ini mampu menumbuhkan budaya memilah sampah sejak dari rumah. Jika itu menjadi kebiasaan masyarakat, maka lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bukan lagi sekadar harapan,” pesannya.

Data Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu menunjukkan lebih dari 60 persen sampah rumah tangga merupakan sampah organik.

Kondisi tersebut menunjukkan sebagian besar sampah sebenarnya masih memiliki potensi untuk diolah kembali sehingga tidak seluruhnya harus berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Melalui gerakan Eco Sort, Pemerintah Kota Batu berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah semakin meningkat, sekaligus mendukung pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPA dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pilah sampah Eco Sort Universitas Negeri Malang Wali Kota Batu Info Kota Batu Berita Kota Batu