KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu menyiapkan langkah cepat menyusul dua dugaan kasus bunuh diri yang terjadi dalam kurun waktu satu bulan di kawasan Jembatan Kembar Cangar, Kecamatan Bumiaji.
Salah satu upaya yang segera ditempuh yakni berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait rencana pemasangan pagar pengaman tambahan di lokasi tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas, meski status jalan dan jembatan di kawasan tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Memang benar, beberapa titik di kawasan itu merupakan jalan provinsi. Namun keselamatan warga yang melintas tetap menjadi prioritas utama Pemkot Batu. Kami tidak bisa tinggal diam hanya karena persoalan kewenangan administrasi,” ujarnya, Minggu, 26 April 2026.
Menurut Mas Heli, Pemkot Batu akan segera berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur guna membahas penambahan sarana pengaman di area jembatan, seperti railing yang lebih tinggi maupun pemasangan jaring pengaman pada titik-titik rawan.
“Langkah ini penting agar fasilitas umum menjadi lebih aman dan tidak mudah disalahgunakan untuk tindakan yang membahayakan,” katanya.
Selain pengamanan fisik, pemerintah juga akan meningkatkan pengawasan berbasis teknologi.
Kamera pengawas di sekitar jembatan direncanakan terhubung dengan pusat kendali atau Command Center Kota Batu agar pemantauan dapat dilakukan secara real time.
“Kami akan mengintegrasikan CCTV di area jembatan ke Command Center Kota Batu. Satpol PP juga diminta meningkatkan patroli, terutama pada jam-jam yang dianggap rawan,” jelasnya.
Pemkot Batu turut memberi perhatian terhadap kondisi penerangan di sekitar lokasi. Seluruh lampu penerangan jalan umum akan dicek dan dipastikan berfungsi maksimal guna mengurangi area gelap di sekitar jembatan.
“Area yang minim penerangan sering menimbulkan kesan sepi dan rawan. Karena itu kami berkomitmen memastikan lampu jalan berfungsi optimal,” ujarnya.
Di sisi lain, pendekatan sosial juga disiapkan melalui penguatan layanan konseling dan hotline darurat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan serta DP3AP2KB Kota Batu.
“Pencegahan bukan hanya soal pagar atau pengamanan fisik, tetapi juga menyangkut kesehatan mental masyarakat. Layanan konseling akan terus kami dorong bagi warga yang sedang mengalami tekanan,” tuturnya. (*)
