KETIK, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang meningkatkan pemantauan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami kemacetan. Pasalnya sepanjang bulan Mei 2026 ini, terdapat sejumlah momen libur panjang hari besar keagamaan seperti Kenaikan Isa Almasih, Idul Adha dan Hari Raya Waisak
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, pemetaan dilakukan di ruas jalan yang berpotensi rawan macet. Seperti di Jalan Ahmad Yani, Jalan Basuki Rahmat atau kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Merdeka maupun Jalan Borobudur.
"Upaya ekstra telah kami susun. Kami gunakan teknologi dan aplikasi yang dapat memberikan laporan terkini secara langsung," jelasnya, Selasa, 12 Mei 2026.
Diketahui, Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu ruas jalan rawan macet karena menjadi jalur penghubung sekaligus pintu masuk Kota Malang sisi utara. Lalu untuk Jalan Borobudur, merupakan kawasan kuliner sekaligus penghubung ke Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) maupun ke Kota Batu.
Sedangkan, Jalan Basuki Rahmat terdapat kawasan wisata Kayutangan Heritage yang selalu dipadati wisatawan. Kemudian di Jalan Merdeka, terdapat kawasan Alun-Alun dan sejumlah pusat perbelanjaan yang menjadi jujugan wisatawan maupun warga lokal.
Baca Juga:
Sopir Angkutan Pelajar Gratis Kota Malang Minta Tarif Naik Jadi Rp6.000/KmDirinya mengungkapkan, perangkat digital digunakan dan dimaksimalkan untuk mensiasati keterbatasan jumlah personel dalam mengurai kemacetan yang terjadi di satu waktu yang sama.
"Kalau di titik-titik ruas jalan itu muncul kemacetan, kami bisa langsung mengirimkan petugas ke lokasi untuk melakukan penanganan," tambahnya.
Sedangkan untuk penerapan mekanisme rekayasa lalu lintas, Dishub juga akan bertindak dengan berkolaborasi bersama jajaran Satlantas Polresta Malang Kota.
"Karena itulah, perlu dibutuhkan ketentuan tersendiri dan perlu adanya koordinasi lebih lanjut," terangnya.
Baca Juga:
Pulihkan Fungsi Jalan, Dishub Kota Malang Tertibkan Pasar Kebalen dan Soroti Budaya Drive ThruMeski telah melakukan pemetaan, namun Dishub Kota Malang tetap melakukan pemantauan di sejumlah ruas jalan lain. Karena tidak menutup kemungkinan, pola pergerakan kemacetan dapat berubah secara cepat.
"Tetap, kami lakukan antisipasi terhadap potensi anomali. Dari yang kondisi semula diprediksi tidak macet, namun ternyata bisa tiba-tiba terjadi kemacetan," pungkasnya. (*)