Warga Pacitan Panen Kakao Puluhan Ton per Bulan, Harga Capai Rp95.000/Kg

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Muhammad Faizin

17 Okt 2024 20:15

Thumbnail Warga Pacitan Panen Kakao Puluhan Ton per Bulan, Harga Capai Rp95.000/Kg
Hasil panenan buah kakao di Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, persiapan akan dilakukan pengeringan sebelum disetor kepada pengepul. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Harga kakao kering di Kabupaten Pacitan stabil diangka Rp95 ribu per kilogram. Setiap bulannya, petani lokal mampu memanen hingga puluhan ton.

Tak ayal, kini kakao kian molek jadi komoditas penyokong ekonomi warga.

Di Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan misalnya, terdapat sekitar 15 hektar tanaman kakao yang tersebar di empat dari enam dusun, yakni Dusun Krajan, Duren, Ngunut, dan Bulih.

Rata-rata tanaman kakao ditanam di pekarangan rumah warga, beberapa juga ada di lahan khusus. Hampir setiap kepala keluarga (KK) setempat menanam itu.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

“Karena kakao inikan salah satu tanaman yang berbuah terus, tidak kenal musim. Apalagi, kondisi kontur tanah dan lokasi lahan disini dataran tinggi dan sangat berpengaruh terhadap hasil panen," terang petani kakao setempat, Miswanto, Kamis, 17 Oktober 2024.

Miswanto mengaku, dari sejumlah lahan tersebut petani setempat mampu memanen hingga puluhan ton dalam sebulan.

"Itu dua ton sudah jadi biji kakao kering dan siap diolah. Kalau puluhan ton kakao mentah per bulan Insyaallah ada," bebernya.

Sejatinya, tanaman kakao sudah dikembangkan sejak lama, namun baru mulai menggencarkan pengembangannya sejak tahun 2014 dengan menyuplai bibit kakao.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

“Sejak tahun 2014, pemerintah membantu suplai bibit kakao. Pada tahun 2023, ada tambahan 16 ribu bibit,” jelasnya.

Saat itu, pemerintah juga secara berkala memberikan pelatihan kepada para petani kakao, seperti sekolah lapangan untuk pengendalian hama terpadu dan pelatihan perawatan kakao.

Ditanya soal tantangan yang dihadapi petani kakao, Miswanto mengelukan adanya serangan hama hewan, seperti lalat buah, tupai, dan luwak.

“Hama buah busuk, tupai, dan luwak sering menjadi masalah. Jadi, buah yang matang harus segera dipanen dan ranting yang tumbuh harus dipangkas,” ujarnya.

Petani harus ekstra telaten dalam merawat tanaman dan segera memanen buah yang sudah matang. 

Faktor Penyebab Harga Kakao Melonjak

Terpisah, Veri Arianto, petani kakao asal Desa Katipugal, Kecamatan Kebonagung, mengungkapkan kondisi terkait harga jual kakao di Pacitan yang terbilang tinggi.

Menurut Veri, faktor cuaca ekstrem di beberapa negara produsen kakao menjadi salah satu alasan stabilnya harga komoditas tersebut di tingkat yang tinggi.

"Kalau kakao itu, harganya di PT Cargill Indonesia biasanya mengambil bahan dari luar negeri. Nah, momen ini, karena di sana cuacanya panas, jadi pohon kakao di sana tidak terlalu produktif," jelas Veri kepada Ketik.co.id

Akibat dari situasi tersebut, Indonesia kini menjadi salah satu negara yang menggenjot produksi kakao untuk memenuhi kebutuhan pasar global.

"Makanya sekarang di Indonesia kakao digencarkan, jadi harganya stabil dari bulan April 2024 harganya tinggi antara Rp80-95 ribu per kilogram. Bahkan di Sulawesi kabarnya bisa mencapai Rp150 ribu," tambahnya.

Veri juga mengungkapkan bahwa penjualan kakao dari Kecamatan Kebonagung berjalan lancar. Salah satu rute distribusinya adalah melalui pengepul di Desa Gawang, yang kemudian dipasarkan ke Kota Semarang.

Lebih lanjut, ia memaparkan jumlah petani kakao di Kecamatan Kebonagung yang saat ini terlibat aktif dalam pembudidayaan kakao di wilayah setempat.

"Di Kecamatan Kebonagung, ada 9 orang petani kakao yang tergabung dalam klaster program YESS. Empat di antaranya dari Desa Gembuk dan lima dari Desa Gawang. Pada tahun 2023, mereka sempat diberangkatkan magang ke Sulawesi untuk belajar budidaya kakao," tandas Veri. (*)

Baca Sebelumnya

Warga Pasir Putih Kecamatan Obi Utara Optimistis Menangkan Paslon Bassam-Helmi di Pilkada Halsel

Baca Selanjutnya

Kades di Abdya Diduga Selewengkan Dana CSR PT JAM, Warga Laporkan ke Polisi

Tags:

pacitan Desa Katipugal Kecamatan Kebonagung Harga kakao DESA GAWANG panen

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar