KETIK, PACITAN – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Sulkifli (34), Anak Buah Kapal (ABK) KM Orvia-09 yang dilaporkan jatuh ke laut di Dermaga Pelabuhan Perikanan Tamperan, Kabupaten Pacitan.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Rabu, 15 Juli 2026.

Korban diketahui merupakan warga Dusun Seree, Desa Palai, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Proses pencarian dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan melibatkan sejumlah unsur, di antaranya UPT Pelabuhan Perikanan Tamperan, Posbinpotmar Tamperan Lanal Pacitan, Polairud Polda Jawa Timur BKO Polres Pacitan, Babinsa Kelurahan Sidoharjo, serta BPBD Pacitan.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Selasa malam, 14 Juli 2026.

Baca Juga:
Prioritas APBD Pacitan 2027 untuk Benahi Jalan Kabupaten, Sektor Lain Bakal Kena Efisiensi

Saat itu, kapal sekoci KM Orvia-09 yang dinakhodai Aso Rahman bersama enam ABK tengah tambat di Jetty I Pelabuhan Perikanan Tamperan.

Sekitar pukul 21.30 WIB, sejumlah ABK sedang beristirahat di buritan kapal.

Sementara Sulkifli diketahui sedang buang air kecil di lambung kanan kapal menghadap ke laut.

Namun nahas, korban diduga terpeleset dan terjatuh ke laut.

Baca Juga:
PAD Wisata Pacitan Capai 56 Persen dari Target Rp10,9 M, Pantai Klayar Sumbang Sepertiganya

Mengetahui kejadian tersebut, dua rekannya, Sandi dan Awal, langsung berupaya memberikan pertolongan dan melakukan pencarian selama kurang lebih satu jam.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Korban diketahui tidak memiliki kemampuan berenang sehingga diduga tenggelam tidak lama setelah terjatuh ke perairan sekitar dermaga.

Sekitar pukul 22.40 WIB, kejadian tersebut dilaporkan ke Pos Keamanan Laut Terpadu (Poskamladu) Tamperan.

Selanjutnya, personel TNI AL, Polairud, tim SAR gabungan, dan masyarakat nelayan melakukan pencarian hingga pukul 04.00 WIB dini hari, namun korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian dilanjutkan pada Rabu pagi diawali dengan apel gabungan di Poskamladu Tamperan. Tim gabungan kemudian menyisir area sekitar dermaga dan perairan pelabuhan.

Sekitar pukul 09.45 WIB, korban akhirnya ditemukan di bawah Dermaga Pelabuhan Perikanan Tamperan pada kedalaman sekitar tujuh meter dalam kondisi meninggal dunia.

Tak lama kemudian, tim gabungan melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke RSUD dr. Darsono Pacitan untuk menjalani visum et repertum.(*)