KETIK, MALANG – Pengerjaan proyek Jembatan Sonokembang di Jalan Simpang Sulfat Utara, Kecamatan Blimbing, Kota Malang terus dikebut dan ditargetkan rampung pada Juli 2026 mendatang. Hingga saat ini, proyek tersebut diklaim berjalan lancar tanpa kendala berarti dengan fokus utama pada penyelesaian fondasi serta pemasangan box culvert.
Dari pantauan Ketik.com di lokasi pada Kamis, 11 Juni 2026, terlihat sebagian fondasi sudah terpasang. Sementara untuk kerangka jembatan yang terbuat dari baja, sudah terpasang melintang di sungai.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto mengatakan, progres pengerjaan Jembatan Sonokembang telah mencapai 38 persen lebih.
"Untuk progres terakhir, telah mencapai 38 persen lebih dan fokus terhadap penyelesaian fondasi jembatan dan pemasangan box culvert. Sejauh ini lancar dan tidak ada kendala berarti," ujarnya kepada Ketik.com, Kamis, 11 Juni 2026.
Untuk mengejar target rampung pada bulan Juli, proyek ini menerapkan strategi percepatan pengerjaan secara paralel. Yaitu tidak hanya bertumpu pada aktivitas di lokasi, melainkan juga melibatkan pengerjaan komponen di pabrik.
Baca Juga:
Pemadaman Listrik di Malang Dikeluhkan Pelaku Usaha, Ini Penjelasan PLNDiketahui, salah satu struktur utama jembatan yakni girder atau balok penyangga dikerjakan di pabrik. Metode pengerjaan ini dipilih karena lebih efisien daripada seluruhnya dikerjakan di lapangan.
"Jadi, pengerjaan itu ada yang dilaksanakan di lapangan dan ada yang dilakukan di pabrik. Seperti girder misalnya, dikerjakan di pabrik dan begitu selesai langsung dikirim dan tinggal dipasang," terangnya.
Dengan metode ini, pihaknya optimis Jembatan Sonokembang dapat selesai tepat waktu serta dapat segera mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Malang melalui DPUPRPKP Kota Malang telah memasang jembatan bailey di Jembatan Sonokembang. Langkah darurat ini dilakukan, karena fondasi Jembatan Sonokembang mengalami kerusakan dan ambrol usai diterjang banjir pada 10 Oktober 2025 silam dan di tahun 2026 ini dilakukan pembangunan ulang.
Baca Juga:
Hikmah Bafaqih Nahkodai PKB Kota Malang, Buktikan Perempuan Punya Peran Strategis di Dunia PolitikUntuk spesifikasi teknis Jembatan Sonokembang yang baru, memiliki panjang 17 meter dan lebar 9 meter. Kemudian, elevasi atau ketinggian jembatan naik satu meter disesuaikan dengan kondisi jalan dan sungai di bawahnya.
Lalu di sisi kanan dan kiri jembatan, nantinya juga akan tersedia jalur pejalan kaki dengan lebar sekitar satu meter. (*)