Tanggapi Perkembangan Bus Trans Jatim, Pengamat Transportasi Unesa: Ini Inovasi Luar Biasa

Jurnalis: Siti Fatimah
Editor: Mustopa

17 Sep 2024 16:07

Thumbnail Tanggapi Perkembangan Bus Trans Jatim, Pengamat Transportasi Unesa: Ini Inovasi Luar Biasa
Dr. Ir. Dadang Supriyatno, MT.,IPU.,ASEAN Eng, Dosen Teknik Rekayasa Transportasi Unesa (Foto: dok. Dadang)

KETIK, SURABAYA – Pengamat transportasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dr. Ir. Dadang Supriyatno, MT.,IPU.,ASEAN Eng mengapresiasi sekaligus memuji perkembangan Bus Trans Jatim yang digagas Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim)

Kepada Ketik.co.id, Dadang mengungkapkan, pemberian apresiasi ini tidak berlebihan karena Dishub Jatim berhasil menciptakan inovasi luar biasa terhadap perkembangan transportasi di Jawa Timur.

Ini menjadi bagian dari amanah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 yang mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan demi mengembangkan sarana transportasi di Indonesia. Sehingga Dishub Jatim sebagai wakil pemerintah wajib mewujudkan angkutan massal yang layak untuk masyarakat.

"Ini yang digagas kemarin, untuk bidang angkutan kan aglomerasi dengan beberapa rute. Jadi, Gresik-Surabaya-Sidoarjo koridor I, koridor II Mojokerto-Surabaya, koridor III itu sekitar Balongpanggang-Cerme," terang Dadang, Kamis, 12 September 2024.

Baca Juga:
Optimalkan Layanan Transportasi, Dishub Jatim Tingkatkan Pengawasan dan Kebersihan Terminal

Koridor lainnya, kata Dadang, seperti yang terakhir rute Terminal Bunder-Paciran Lamongan tidak menutup kemungkinan semakin diperluas. Ini juga yang membuatnya mengapresiasi kebijakan Dishub Jatim.

“Ini saya apresiasi betul, karena pergerakan orang antara kota Gresik-Lamongan-Sidoarjo-Surabaya sudah cukup padat. Makanya harus difasilitasi,” ungkap Dosen sekaligus pendiri Prodi Teknik Rekayasa Transportasi, Fakultas Vokasi, Unesa ini.

Lebih lanjut, dia menjelaskan angkutan regular umum di wilayah tersebut saat ini belum terhubung dengan baik. Oleh karena itu penting adanya peran pemerintah mewujudkan angkutan massal by to service (bts) seperti ini.

Tak hanya itu, doktor lulusan Universitas Brawijaya ini juga mengapresiasi program Bappenas untuk kawasan perkotaan metropolitan menuju megapolitan seperti Surabaya berbasis multimoda.

Baca Juga:
Golden Ticket Unesa 2026: Jalur Prestasi Tanpa Tes, Bisa Kuliah Gratis hingga 8 Semester

"Dishub Jatim menyiapkan berbagai macam kajian kecil yang bisa memback-up program dari pemerintah pusat. Dalam hal ini Surabaya Regional Railway Line (SRRL), itu angkutan perkotaan dan regular yang berbasis rel,” paparnya.

Dari sini jaringan-jaringan yang sejajar dengan jaringan nasional dan provinsi harus dihubungkan dengan koneksitas infrastruktur serta sarananya. Sehingga nantinya konsep yang digagas Bappenas ini bisa terwujud di perkotaan.

“Seperti terakhir kemarin, perencanaan kawasan Gerbang Kertosusilo (GKS) dan GKS plus. Maka di sini peran dari pemerintah provinsi yang menjadi domain dari jalan-jalan provinsi adalah tanggung jawab Dishub Jatim,” jelas Dadang kepada Ketik.co.id.

Dia mengatakan, ada yang perlu diperhatikan terhadap perkembangan transportasi wilayah GKS, yakni adanya keberlanjutan. Dengan kata lain, penting memperhatikan keberlanjutan mempertahankan kualitas pelayanan.

“Kalau kualitas pelayanan bisa dibangun dengan baik, maka animo pengguna menjadi lebih banyak. Ini lebih berat. Justru itu peran pemerintah jadi lebih besar untuk mempertahankan kualitas pelayanan,” katanya.

Dadang juga mengungkapkan, kualitas pelayanan yang terus dipertahankan membuat masyarakat semakin ingin terus menerus menggunakan transportasi massal. Karena mereka merasa puas dengan layanan yang sudah diberikan.

Ini bisa mengurangi angka kecelakaan, terutama pada pengendara roda dua. Terlebih adanya feeder-feeder yang melewati beberapa kota dan kabupaten.

“Ini peran kota kabupaten harus gayung bersambut. Supaya bisa membangun feeder-feedernya, sehingga pelayanan yang diberikan angkutan semi massal ini nyambung dengan feeder-feeder yang dibangun oleh daerah,” jelas Dadang.

Sistem ini penting agar masyarakat tidak mengalami kesulitan saat menggunakan transportasi, mulai dari keluar rumah, menuju halte hingga menuju ke tempat tujuan.

“Dari tempat tujuan, ada lagi angkutan pengumpan yang sampai ke tempat tujuan lagi. Itu prinsip transportasi sustainability. Sebab harus saling terhubung, jadi ada koneksitas. Kalau tidak, transportasi tidak akan diminati masyarakat,” paparnya

Oleh karena itu, untuk mewujudkan transportasi berkelanjutan ini perlu adanya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi hingga daerah agar masyarakat semakin mudah menikmati layanan transportasi di suatu wilayah.(*)

Baca Sebelumnya

[Berita Foto] Snack Time dengan Makan Telur Bersama

Baca Selanjutnya

Tumbangkan Tuan Rumah Aceh 3-2, Jatim Sudah Dinanti Jabar di Final Sepak Bola PON 2024

Tags:

transportasi transportasi berkelanjutan Dr. Ir. Dadang Supriyatno bus trans Jatim Dinas Perhubungan Jawa Timur Unesa

Berita lainnya oleh Siti Fatimah

Penuh Haru dan Khidmat, Khataman dan Imtihan Program Tahsin Metode Darussalam di Sidoarjo

6 Mei 2025 18:15

Penuh Haru dan Khidmat, Khataman dan Imtihan Program Tahsin Metode Darussalam di Sidoarjo

Segarnya Es Dung-Dung Serai, Produk Unggulan SMAN 4 Bangkalan di Expo Pendidikan Sentra IKM

4 Mei 2025 19:57

Segarnya Es Dung-Dung Serai, Produk Unggulan SMAN 4 Bangkalan di Expo Pendidikan Sentra IKM

Hadir Lagi! Kontes Swara Bintang Siap Cari Suara Dangdut untuk Bintang Muda Indonesia

27 Maret 2025 19:57

Hadir Lagi! Kontes Swara Bintang Siap Cari Suara Dangdut untuk Bintang Muda Indonesia

SMAN 1 Panarukan Gelar Festival Ramadhan, Pamerkan Produk Unggulan Buatan Siswa

27 Maret 2025 19:44

SMAN 1 Panarukan Gelar Festival Ramadhan, Pamerkan Produk Unggulan Buatan Siswa

Semakin Sengit, TOP 6 Indonesian Idol XIII Kolaborasi dengan Andi Rianto

24 Maret 2025 13:36

Semakin Sengit, TOP 6 Indonesian Idol XIII Kolaborasi dengan Andi Rianto

Suparman Reborn 4: Bomber Kehilangan Motor, Akankah Suparman Bisa Menangkap Malingnya?

24 Maret 2025 12:11

Suparman Reborn 4: Bomber Kehilangan Motor, Akankah Suparman Bisa Menangkap Malingnya?

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H