Tanggapan Kadindik Pacitan Soal Aturan Penyediaan Alat Kontrasepsi untuk Pelajar

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Mustopa

15 Agt 2024 11:34

Thumbnail Tanggapan Kadindik Pacitan Soal Aturan Penyediaan Alat Kontrasepsi untuk Pelajar
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan, Budiyanto saat diwawancarai soal alat kontrasepsi yang rencananya bakal dijual bebas. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan, Budiyanto menanggapi aturan penyediaan alat kontrasepsi bagi pelajar yang menjadi polemik di wilayahnya. Ia mengklaim rencana pemerintah sejatinya baik.

Menurut Budiyanto, kebijakan tersebut diyakini telah dikaji dan dianalisis secara matang.

"Sebenarnya niatnya pemerintah itu bagus, karena ini untuk mengedukasi. Sehingga tatkala hal itu menjadi legal, anak-anak yang dulunya tidak tahu, jika ini diterapkan akan menjadi tahu," katanya, Kamis (15/8/2024).

Menurutnya, aturan itu justru mempertegas materi edukasi seksual bagi siswa. Terpenting, alat kontrasepsi yang dilegalkan itu tidak disalahgunakan.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

"Lihat saja, kondisi saat ini memang tingkat kematangan anak-anak itukan maju ya, dari tingkat mulai SMP maupun SD. Apalagi adanya dampak media sosial, tentu edukasinya ini sangat penting," bebernya kepada Ketik.co.id

Ia berjanji akan selalu mendampingi dan memberikan penjelasan yang sebenar-benarnya kepada para siswa dan wali murid.

"Jadi kalau dari Dindik Pacitan sementara tidak menyatakan selalu mengiyakan. Tapi itu nanti menyesuaikan bagaimana ketetapannya regulasinya bagaimana," terangnya.

Kendati begitu, ia mengaku telah menerima desakan agar peraturan tersebut ditolak.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

"Yang mendesak menolak itu juga ada satu, dari Ikatan Cwndekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Sudah kami terima layangan suratnya," ungkapnya.

Dindik Pacitan mengaku masih menunggu kejelasan. Terlepas ada atau tidaknya undang-undang ini, pihaknya tetap berkomitmen untuk memberikan edukasi seksual seperti sebelumnya.

"Meski itu ada atau tidak, kami melalui guru BK juga tetap melakukan edukasi seksual. Kan memang masih dalam pembahasan ya, pasti nanti juga banyak pertimbangan. Ditunggu saja," ujarnya.

Alat kontrasepsi sejatinya dapat ditemukan dengan mudah di sejumlah toko retail, seperti Alfamart dan Indomaret.

Kendati begitu, kasir Alfamart Panglima Sudirman, Jangkar Pitosangu, mengaku selama ini belum menemukan pelajar atau remaja yang membeli secara langsung alat kontrasepsi tersebut.

"Kalau di sini belum ada remaja atau pelajar yang beli secara langsung," ujarnya.

Ia mengaku pembelian alat kontrasepsi di Pacitan kebanyakan masih dilakukan orang dewasa.

"Selama saya di sini, orang dewasa rata-rata yang beli. Itupun mereka kadang malam, jarang kalau siang," tandasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Bupati Bandung Ingin Layanan Terapi Disabilitas Tersebar di 62 Puskesmas

Baca Selanjutnya

Gerindra Fix Usung Bahrain-Umar di Pilkada Halsel, Rustam Side: Masyarakat Telah Menanti

Tags:

pacitan Dindik Pacitan PP Nomor 28 Tahun 2024

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

19 April 2026 12:21

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

18 April 2026 23:01

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

17 April 2026 23:32

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

17 April 2026 12:47

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend