KETIK, JEMBER – Organisasi beladiri Pagar Nusa UIN KHAS Jember kembali menunjukkan taringnya di level provinsi. Salah satu atlet andalannya, Moh Supriady Ali Sahbana atau yang akrab disapa Kang Ali, sukses meraih medali perunggu dalam ajang Kejuaraan Provinsi IBCA MMA Piala Wali Kota Surabaya.

Kejuaraan yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 itu berlangsung pada 30 April hingga 3 Mei 2026 di Gelora Pancasila. Ajang ini mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk peserta dari unsur TNI, Brimob, hingga Puslatda Jawa Timur.

Capaian ini menjadi catatan penting bagi Pagar Nusa UIN KHAS Jember yang tergolong organisasi muda, baru berdiri sekitar delapan bulan. Meski demikian, mereka mampu mengirimkan atlet untuk bersaing di level provinsi dan menghadapi lawan-lawan tangguh dari institusi besar. Bahkan, juara pertama dalam ajang tersebut diraih oleh atlet dari Puslatda Jawa Timur.

Dalam kejuaraan itu, Kang Ali turun di kelas Senior Standfight 56,7 kilogram putra sebagai wakil Kabupaten Jember. Ia tampil impresif sejak babak penyisihan hingga berhasil menembus semifinal.

Langkahnya harus terhenti di babak semifinal setelah menghadapi atlet kuat dari Puslatda Jawa Timur. Meski gagal melaju ke final, performa konsisten yang ditunjukkan sepanjang pertandingan memastikan dirinya membawa pulang medali perunggu di tengah ketatnya persaingan.

Baca Juga:
Krisis Energi Disikapi Aksi Nyata, UIN KHAS Jember Gaungkan Satu Hari Tanpa BBM

Tak hanya berstatus atlet, Kang Ali juga merupakan mahasiswa semester delapan Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember. Ia dikenal aktif membina anggota muda Pagar Nusa, menjalankan peran sebagai pelatih sekaligus mahasiswa secara seimbang.

Usai pertandingan, Kang Ali menyampaikan refleksinya atas hasil yang diraih. Ia menegaskan bahwa posisi juara tiga bukanlah tujuan akhir, melainkan proses menuju pencapaian yang lebih tinggi.

“Juara tiga bukanlah kemenangan, tapi tambahan. Seorang pemenang hanya satu, yaitu juara satu. Tapi saya bangga, setidaknya sudah menyumbangkan satu medali perunggu untuk Jember,” ujarnya.

Ia juga mengakui masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki, terutama setelah menghadapi laga semifinal yang berat.

Baca Juga:
UIN KHAS Jember Gelar Temu Alumni Akbar, Ribuan Lulusan Siap Bersatu Dorong Kampus Berdampak

“Di semifinal saya belajar harus banyak berlatih lagi. Terima kasih untuk Pagar Nusa UIN KHAS Jember atas dukungan dan doa. Mohon maaf jika belum maksimal, tapi ini bukan akhir. Di pertarungan selanjutnya saya akan lebih baik,” tambahnya.

Sebagai Kepala Kepelatihan Bidang Keatletan, Kang Ali juga memberikan pesan kepada para anggota binaannya. Ia menekankan pentingnya mental sebagai fondasi utama bagi seorang atlet.

“Kalau ingin jadi juara, yang pertama dibentuk adalah mental petarung. Bahkan sebelum masuk arena, yang bertarung adalah mental kita sendiri. Jangan ragu menyerang, jangan takut dipukul, dibanting, atau ditendang. Jangan lihat siapa lawanmu, tapi buat lawanmu yang melihat siapa dirimu,” tegasnya.

Dengan pencapaian ini, Pagar Nusa UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya sebagai wadah pembinaan atlet beladiri berprestasi di lingkungan kampus. Dengan organisasi yang semakin solid dan munculnya kader-kader potensial, mereka optimistis mampu terus mengharumkan nama kampus di berbagai kejuaraan, baik tingkat regional maupun nasional. (*)