KETIK, TUBAN – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Senori Tuban menegaskan komitmennya mencetak generasi mahasiswa yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan fondasi nilai keagamaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun akademik 2026/2027.
PBAK tahun ini mengusung tema “Digital Transformation: Building a Religious Culture of Digitalization”.
Sebanyak 205 mahasiswa baru mengikuti rangkaian orientasi sebagai gerbang awal memasuki dunia perkuliahan.
PBAK 2026 tidak hanya dirancang untuk mengenalkan sistem akademik kepada mahasiswa baru.
Baca Juga:
HUT ke-4 Ketik.com, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid Raih Award sebagai Akselerator Transformasi DigitalKegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun cara pandang kritis mahasiswa dalam menghadapi perkembangan pendidikan, teknologi, serta dinamika kehidupan sosial pada masa mendatang.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Sahiron, hadir sebagai keynote speaker pada hari pertama pelaksanaan PBAK.
Ia memberikan orientasi mengenai arah pendidikan tinggi keagamaan di tengah perkembangan teknologi digital.
Menurut Prof. Sahiron, mahasiswa perlu melihat perubahan digital sebagai ruang untuk memperluas kapasitas keilmuan sekaligus meningkatkan kontribusi kepada masyarakat, bukan sebagai ancaman.
Baca Juga:
Data BGN dan Dinkes Tuban Diduga Tak Sinkron, 31 Dapur SPPG Tetap Kena Suspend“Kampus tidak cukup hanya sebagai tempat transfer pengetahuan atau hanya mempersiapkan gelar akademik, tetapi dunia kampus harus menjadi ruang yang melahirkan manusia pembelajar, kritis, inovatif, dan mampu membaca kebutuhan zaman,” pesannya, Senin, 14 September 2026.
Prof. Sahiron juga menilai STAI Senori Tuban memiliki potensi yang besar untuk berkembang.
Ia menyebut tahun ini STAI Senori Tuban akan menambah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) serta mempersiapkan perubahan kelembagaan menuju Institut Agama Islam Senori Tuban.
Sementara itu, Ketua STAI Senori Tuban Dr. M. Yusuf Aminuddin menegaskan, transformasi digital di lingkungan kampus harus tetap dibingkai dengan nilai-nilai akhlak dan moderasi.
Menurutnya, teknologi perlu ditempatkan sebagai instrumen produktif untuk meningkatkan kualitas diri mahasiswa.
“Mahasiswa harus mampu memanfaatkan transformasi digital sebagai peluang untuk mengembangkan keilmuan, kreativitas, jejaring, dan kontribusi kepada masyarakat. Namun, kemajuan teknologi harus tetap dibingkai dengan nilai-nilai agama dan akhlak,” ujar Dr. Yusuf saat memberikan sambutan pembukaan.
Ia mengatakan, PBAK menjadi bagian awal bagi STAI Senori Tuban untuk membangun karakter mahasiswa yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memiliki landasan nilai dalam menggunakannya.
“Melalui PBAK yang berlangsung interaktif ini, STAI Senori Tuban ingin membuktikan bahwa kemajuan teknologi dan nilai keagamaan dapat berjalan selaras. 205 mahasiswa baru kami siapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi pasif, melainkan menjadi intelektual muda, pencipta gagasan, dan penggerak perubahan yang membawa kemaslahatan di tengah masyarakat,” tutup Yusuf.(*)