KETIK, BATANG – Beberapa hari terakhir, media sosial dihebohkan dengan video potongan ceramah dari pendakwah kondang, KH Anwar Zahid. Ceramah tersebut dilakukan di Kabupaten Batang beberapa waktu lalu.
Dengan gayanya yang khas, Abah Anza -sapaan sebagian warganet kepadanya- melontarkan jokes dan roasting, namun tetap dengan muatan ceramah dan nasehat religi.
Yang menjadi istimewa, KH Anwar Zahid berani melontarkan kritik, sindiran dan roasting terkait potensi korupsi dari unsur pucuk pimpinan Kabupaten Batang. Salah satunya soal potensi korupsi dari program Koperas Desa Merah Putih.
Roasting tersebut disampaikan langsung oleh KH Anwar Zahid di hadapan Dandim Batang, Kapolres Batang dan Bupati Batang.
“Setan kalau menggoda Dandim Batang ini berbeda dengan kita. Lihat, ada berapa banyak Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Batang ini. Berapa miliar anggarannya. Bisalah kalau dipotong sedikit,” ujar KH Anwar Zahid dalam bahasa Jawa yang langsung disambut tawa para jemaah, termasuk pejabat yang hadir.
Baca Juga:
Resmikan SPPG Citrodiwangsan 05, Bupati Lumajang Ingatkan Mitra SPPG Soal Kualitas MBG“Kalau Kapolres Batang, beda lagi. Atensi pimpinan,” ujar KH Anwar Zahid yang mengutip istilah yang kerap digunakan di kepolisian untuk berkoordinasi. Kapolres Batang, AKBP Veronica yang hadir, nampak tersenyum simpul menanggapi roasting sang muballigh.
“Saya tidak peduli meskipun nanti tidak diundang lagi oleh bupati Batang. Saya di daerah lain juga biasa seperti ini. Karena saya malu, kalau misal setelah ceramah dengan bupati Batang, lalu beberapa waktu kemudian bupatinya pakai rompi KPK,” ujar KH Anwar Zahid yang langsung disambut tawa terbahak dari Bupati Batang, M Faiz Kurniawan.
Potongan ceramah tersebut langsung disambut heboh warganet. Hampir seluruhnya mengapresiasi keberanian sang pendakwah untuk mengkritik dan mengingatkan pejabat negara, langsung dihadapannya.
Warganet juga banyak yang membandingkan dengan Miftah Maulana Habiburrohman alias Gus Miftah. Seperti diketahui, sebelumnya juga viral potongan video ceramah Gus Miftah yang berisi pujian tinggi kepada Presiden Prabowo.
Baca Juga:
Koperasi Desa Diperkuat, 41 Kendaraan Operasional Resmi Diserahkan di BondowosoMenurut Gus Miftah, berkat kehebatan Presiden Prabowo, harga BBM di Indonesia berhasil ditekan agar tidak naik, berbeda dengan negara-negara lain. Hal ini antara lain karena kepiawaian Prabowo dalam melobi Iran sehingga kapal tanker Pertamina berhasil melewati Selat Hormuz. Banyak warganet menilai, pujian Gus Miftah tersebut bohong, menyesatkan atau tidak sesuai fakta.
Berikut ini profil dari KH Anwar Zahid.
Ahmad Anwar Zahid—akrab disapa Abah Anza—lahir pada 11 Maret 1974 di Bojonegoro, Jawa Timur. Ia merupakan pendakwah kondang asal Kanor sekaligus pengasuh pesantren, dengan latar belakang paham Nahdlatul Ulama (Ahlussunah wal Jama’ah).
Pendidikan agamanya dimulai dari keluarga, lalu berlanjut ke lingkungan pesantren sejak dini. Ia pernah belajar di Komplek Pesantren At-Tanwir Bojonegoro, kemudian menimba ilmu di Pondok Pesantren Langitan di bawah asuhan Abdullah Faqih. Selanjutnya, ia memperdalam Al-Qur’an di Pondok Pesantren APTQ Sampurnan, khususnya dalam bidang hafalan dan pemahaman Al-Qur’an. Proses pendidikan ini turut membentuk kemampuan dakwahnya.
Dalam kiprahnya, Anwar Zahid dikenal luas berkat gaya ceramah yang khas: humoris, lugas, dan menyentuh realitas sosial. Ia kerap menyisipkan kritik sosial melalui guyonan, sehingga pesan dakwah lebih mudah diterima jamaah. Celetukan seperti “Qulhu ae lek…” menjadi ciri yang melekat. Materi ceramahnya meliputi aspek ubudiyah, amaliyah, dan syariah, dikemas ringan tanpa mengurangi kedalaman makna.
Popularitasnya membuat jadwal ceramahnya sangat padat, bahkan bisa mencapai 3–4 kali dalam sehari di berbagai daerah, dengan undangan yang telah terjadwal hingga jauh ke depan. Dakwahnya tidak hanya menjangkau seluruh Indonesia, tetapi juga mancanegara seperti Hong Kong, Malaysia, dan Korea Selatan.
Selain berdakwah, ia aktif dalam pendidikan dan pemberdayaan umat. Ia mendirikan pesantren di sekitar kediamannya, termasuk Pondok Pesantren Attarbiyah Islamiyah Assyafi’iyah serta Pondok Pesantren Sabilunnajah, yang menyediakan pendidikan tingkat MTs dan MA. Banyak santri berasal dari kalangan kurang mampu dan mendapatkan fasilitas pendidikan gratis, sebagai bagian dari komitmennya mencetak kader dakwah.
Ia juga mengembangkan majelis taklim dan dzikir “Maqoomam Mahmudah” yang rutin digelar (malam Jumat/Ahad Kliwon) sebagai sarana pembinaan spiritual masyarakat. Meski memiliki jadwal ceramah yang padat, ia tetap meluangkan waktu untuk mengajar langsung para santri.
Dengan perpaduan dakwah yang menghibur, kritik sosial yang halus, serta komitmen kuat pada pendidikan, Anwar Zahid dikenal sebagai pendakwah yang tidak hanya populer, tetapi juga berperan nyata dalam membina umat dan generasi penerus