KETIK, BATU – Tingkat hunian hotel di Kota Batu masih belum menunjukkan lonjakan signifikan meski memasuki sejumlah momentum libur panjang sepanjang 2026.  Pada libur Kenaikan Isa Almasih akhir pekan lalu, okupansi hotel tercatat stagnan sekitar 70 persen, sama seperti capaian saat libur Lebaran sebelumnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, mengatakan tingkat keterisian hotel memang mengalami peningkatan dibanding hari biasa. Namun, kenaikan tersebut dinilai belum mampu menembus angka okupansi pada masa libur besar sebelumnya.

“Okupansi hotel di Kota Batu memang naik cukup baik dibanding weekday. Saat hari biasa rata-rata hanya sekitar 20 sampai 40 persen, sedangkan pada puncak libur panjang kemarin mencapai sekitar 70 persen. Tetapi angka itu masih sama seperti saat libur Lebaran,” ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan ke Kota Batu tetap tinggi saat momen libur, tetapi belum mampu mendorong okupansi hotel melampaui capaian musim liburan sebelumnya.

Selain sektor perhotelan, lonjakan juga dirasakan sejumlah destinasi wisata di Kota Batu. Dinas Pariwisata Kota Batu memperkirakan jumlah wisatawan yang berkunjung selama periode tersebut mencapai sekitar 540 ribu hingga 560 ribu orang.

Baca Juga:
Pedagang Pasar Pagi Kota Batu Siap Direlokasi Asalkan Tata Kelola Jelas

Angka itu menjadi salah satu capaian kunjungan tertinggi sepanjang semester pertama tahun 2026. Salah satunya terjadi di Taman Rekreasi Selecta yang mencatat peningkatan jumlah pengunjung hingga tiga sampai empat kali lipat dibanding akhir pekan biasa.

“Puncak kunjungan terjadi pada Kamis lalu. Jumlah wisatawan meningkat sampai empat kali lipat dibanding weekend normal. Ini menandakan minat wisatawan ke Kota Batu selama libur panjang masih sangat tinggi,” jelas Sujud yang juga menjabat Direktur Utama PT Selecta.

Ia menilai meningkatnya kunjungan wisatawan dan stabilnya okupansi hotel menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Kota Batu yang sebelumnya sempat mengalami perlambatan.

PHRI Kota Batu kini mulai bersiap menghadapi rangkaian libur panjang berikutnya sepanjang Mei hingga awal Juni 2026. 

Baca Juga:
Keren! Alumni SMKN 1 Batu Bakal Prospek Kerja ke Turki dan Jepang

Beberapa momentum tersebut di antaranya libur Iduladha pada 27-28 Mei, kemudian libur Waisak dan Hari Lahir Pancasila pada 30 Mei hingga 1 Juni mendatang.

“Kami berharap tren kunjungan tetap terjaga sampai akhir masa libur panjang ini. Pelaku wisata dan hotel juga mulai mempersiapkan diri menghadapi potensi lonjakan wisatawan pada libur Iduladha nanti,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, tingkat hunian hotel Kota Batu selama libur Idulfitri 2026 juga berada di kisaran 70 persen. Sementara pada momentum Natal dan Tahun Baru sebelumnya, okupansi hotel tercatat berada di angka sekitar 60 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan tingkat keterisian hotel di Kota Batu sepanjang musim liburan besar 2026 cenderung stabil, namun belum mengalami lonjakan signifikan. (*)