KETIK, JAKARTA – Jumlah pelamar manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih/KDMP) dan pegawai Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang lolos seleksi administrasi terbilang masih sangat besar, nyaris menembus setengah juta orang.
Dari total 639.732 pendaftar hingga penutupan pada 25 April 2026, sebanyak 487.819 pelamar mengunggah dokumen administrasi.
Dari jumlah tersebut, 483.648 dinyatakan memenuhi syarat dan berhak melaju ke tahap berikutnya, sementara 4.171 pelamar dinyatakan gugur pada tahap seleksi administrasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan ratusan ribu peserta tersebut kini bersaing dalam tahap tes kompetensi yang digelar mulai 3 hingga 12 Mei 2026.
“Sebagaimana telah kita umumkan pada 15 April lalu, pemerintah membuka 35.476 formasi, terdiri dari 30 ribu manajer KDMP dan 5.476 pegawai Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Baca Juga:
Update Haji 2026: Jemaah Wafat Bertambah Jadi 7 Orang, Ribuan Jalani Rawat JalanSeleksi tahap ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dilaksanakan di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia.
Peserta diberikan keleluasaan memilih lokasi ujian terdekat dengan domisili mereka.
Menurut Zulhas, penggunaan sistem CAT dinilai lebih objektif dan transparan, serta telah lazim digunakan dalam seleksi aparatur sipil negara guna meminimalkan intervensi pihak luar.
Setelah tes kompetensi, peserta yang lolos akan mengikuti tahapan lanjutan berupa tes mental, ideologi, serta pemeriksaan kesehatan yang dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 31 Mei 2026.
Baca Juga:
KOPILABORASI Diskominfo Sidoarjo, DPRD Sidoarjo, Forwas, dan Pemuda demi Dongkrak Ekonomi DesaHasil akhir rekrutmen dijadwalkan diumumkan pada 7 Juni 2026.
Peserta yang berhasil lolos nantinya akan menjalani pelatihan lanjutan, termasuk pelatihan dasar kemiliteran Komponen Cadangan (Komcad), pelatihan manajerial, serta pembekalan kompetensi bidang.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai praktik penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen Kopdes Merah Putih.
Ia mengungkap adanya oknum yang menyebarkan tautan palsu hingga meminta sejumlah uang dengan iming-iming kelulusan.
"Kalau ada yang minta uang, itu pasti penipuan. Laporkan saja ke aparat hukum,” tegasnya.
Ia memastikan seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya dan tidak ada jalur khusus atau titipan dalam rekrutmen ini.
Informasi resmi hanya tersedia melalui laman panitia seleksi nasional.
Lebih lanjut, program rekrutmen ini merupakan bagian dari percepatan pembentukan Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa.
Para manajer nantinya akan berperan dalam pengelolaan distribusi barang subsidi, penyerapan hasil panen masyarakat, hingga pengembangan unit usaha koperasi di tingkat desa.(*)