KETIK, JEMBER – Kondisi kesehatan tidak sepenuhnya prima tidak membuat Bupati Jember Muhammad Fawait melewatkan momentum Tajemtra 2026. Fawait mengaku sempat menjalani perawatan menggunakan infus sebelum berangkat ke Kecamatan Tanggul untuk memimpin pelepasan peserta gerak jalan tradisional tersebut.
Fawait tetap datang ke lokasi dan memilih membersamai masyarakat yang mengikuti Tajemtra 2026. Ia bahkan mengajak peserta berjalan bersama dari Kecamatan Tanggul menuju Alun-Alun Jember dengan menempuh jarak sekitar 30 kilometer.
“Saya tadi sempat menjalani perawatan infus sebelum beranjak ke lokasi,” ujarnya, saat ditemui di sela-sela Tajemtra 2026, Sabtu, 5 September 2026.
Pengakuan tersebut menjadi salah satu perhatian di tengah kemeriahan Tajemtra 2026. Fawait mengatakan dirinya sempat mendapatkan perawatan, tetapi kondisi itu tidak mengubah keputusannya untuk hadir dalam kegiatan yang mempertemukan pemerintah daerah dengan masyarakat Jember.
"Tadi saya memang masih diinfus. Saya bilang, saya enggak mungkin tidak membersamai masyarakat Jember dari kecamatan, puskesmas, sekolah, rumah sakit, dan semuanya," paparnya.
Baca Juga:
Tajemtra 2026 Pecahkan Rekor, 25.613 Peserta Ikut Gerak Jalan Tanggul-JemberFawait kemudian menegaskan komitmennya untuk tetap bersama peserta selama perjalanan. Ia mengajak masyarakat untuk memulai perjalanan secara bersama-sama dan berusaha mencapai Alun-Alun Jember.
"Saya akan membersamai kalian semua. Kita jalan bareng-bareng dari sini ya! Berikhtiar sampai Alun-Alun Jember. Soal nasib, wallahu a'lam. Tapi yang jelas, kita akan berangkat bareng-bareng," tambahnya disambut gemuruh tepuk tangan.
Ajakan tersebut sekaligus memperlihatkan cara Fawait memaknai Tajemtra. Bagi dia, kegiatan tersebut bukan hanya gerak jalan dengan jarak puluhan kilometer, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Fawait kemudian mengingatkan peserta agar tidak mengabaikan keselamatan selama perjalanan. Ia meminta peserta memperhatikan kondisi orang-orang di sekitarnya dan memberikan bantuan jika ada yang mengalami masalah kesehatan.
Baca Juga:
KAI Siapkan 8 Kereta untuk Peserta Tajemtra 2026, 400 Kursi Sold OutPesan itu penting mengingat peserta harus berjalan sejauh sekitar 30 kilometer dari Kecamatan Tanggul menuju Alun-Alun Jember. Dengan jumlah peserta yang sangat besar, kondisi setiap peserta tentu perlu mendapat perhatian selama perjalanan.
"Kalau ada yang semaput harus saling bantu, karena Tajemtra ini filosofinya adalah gotong royong. Enggak usah panjang-panjang, kita jalan bareng-bareng ya!" pungkasnya.
Kehadiran Fawait dalam kondisi kesehatan yang belum sepenuhnya pulih memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan Tajemtra 2026. Ia menunjukkan keinginannya untuk tetap berada di tengah masyarakat meskipun sebelumnya harus menjalani perawatan.
Sementara itu, antusiasme masyarakat terhadap Tajemtra tahun ini memang tergolong tinggi. Sebanyak 25.613 peserta tercatat mengikuti gerak jalan tersebut. Jumlah itu menjadi rekor peserta terbanyak sepanjang sejarah Tajemtra sejak pertama kali digelar pada era 1970-an.
Angka tersebut juga meningkat tajam dibandingkan dua penyelenggaraan sebelumnya. Tajemtra 2024 mencatat 15.155 peserta, sedangkan pada 2025 jumlah peserta mencapai 15.171 orang.
Besarnya partisipasi masyarakat membuat suasana Alun-Alun Kecamatan Tanggul dan sejumlah titik di sepanjang rute dipenuhi peserta. Mereka mengikuti perjalanan menuju Alun-Alun Jember dengan membawa semangat kebersamaan yang menjadi bagian penting dari tradisi Tajemtra.
Fawait sebelumnya juga menyebut jumlah peserta masih berpotensi bertambah karena terdapat masyarakat yang belum mendaftar hingga menjelang pelaksanaan. Ia bahkan memperkirakan jumlah peserta dapat menembus 26.000 orang.
Selain mendampingi peserta, Fawait juga menekankan bahwa semangat gotong royong harus menjadi kekuatan selama perjalanan. Peserta diminta saling membantu apabila ada yang mengalami kelelahan atau membutuhkan pertolongan.
Di sisi lain, pelaksanaan Tajemtra 2026 juga mendapat dukungan transportasi dari PT KAI Daop 9 Jember. KAI menyiapkan delapan kereta kelas eksekutif untuk memfasilitasi perjalanan peserta menuju Stasiun Tanggul sebelum mengikuti gerak jalan menuju Jember.