Ribuan Siswa di Jatirogo Tuban Belum Terima MBG, Diduga Akibat Intervensi SPK Bodong dan Oknum

Jurnalis: Ahmad Istihar
Editor: Fisca Tanjung

22 Des 2025 12:51

Thumbnail Ribuan Siswa di Jatirogo Tuban Belum Terima MBG, Diduga Akibat Intervensi SPK Bodong dan Oknum
Salah satu menu kering yang dibagikan kepada penerima manfaat B3 progam MBG di wilayah Kabupaten Tuban, 22 Desember 2025 (Foto Ahmad Istihar/Ketik.com)

KETIK, TUBAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto hingga kini belum dirasakan ribuan siswa sekolah di Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, pada Senin, 22 Desember 2025.

Intervensi Internal Lembaga Pelaksana MBG di Tingkat Bawah

Baca Juga:
SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

Ketersendatan program tersebut diduga terjadi akibat adanya intervensi internal maupun eksternal dalam penentuan skema pembagian penerima manfaat (PM) di Kecamatan Jatirogo.

Ketimpangan data penyerapan penerima manfaat ini disinyalir sebagai dampak intervensi atau penyimpangan kewenangan di internal lembaga pelaksana MBG, Badan Gizi Nasional (BGN), melalui Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di tingkat kabupaten terhadap jajaran di bawahnya.

"Ini korwil SPPI kabupaten Tuban kenapa tidak mengeluarkan atau memerintahkan menyerap 3 ribu siswa yang belum mendapatkan MBG," kata salah satu petugas dapur SPPG yang telah operasional.

Baca Juga:
Bupati Tegal Jadi Wisudawan Magister Manajemen UPS

Data Ketimpangan Distribusi Penerima Manfaat (PM) di Jatirogo

Berdasarkan data Dapodik dan Emis, dari total 10.300 penerima manfaat (PM) Program MBG, hingga Desember ini baru sekitar 7.000 PM yang terserap. Penyerapan tersebut dikelola oleh tiga dapur yang telah beroperasi, yakni SPPG Sadang, SPPG Pasehan, dan SPPG Besowo.

Dari data itu, masih terdapat sekitar 3.000 PM atau siswa sekolah, termasuk SMA, SMK, dan sekolah swasta, yang tertunda menerima Program MBG.

Ironisnya, siswa yang belum mendapatkan hak santap gratis tersebut justru terkonsentrasi di wilayah yang berdekatan dengan pusat pemerintahan kantor kecamatan, yakni di Desa Wotsogo dan Desa Bader.

Intervensi Eksternal Lewat Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Bodong

Penelusuran Ketik.com terhadap satuan pendidikan yang belum menerima MBG mengungkap adanya dugaan upaya pengkondisian oleh oknum kepala desa bersama aparat setempat.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah rata-rata tidak berani mengambil keputusan, meski terdapat dapur MBG yang telah beroperasi dan masih memiliki kelonggaran dalam skema penerima manfaat.

"Kami tidak berani memutus keluar karena telah MoU dengan dapur dekat di wilayah sini (MoU istilah dalam regulasi BGN surat perjanjian kerjasama/SPK),"ujar salah seorang kepala sekolah kepada media ini

Meski demikian, pihak sekolah di lapangan menyadari bahwa dapur SPPG yang telah melakukan SPK masih dalam proses pembangunan dan belum sepenuhnya operasional.

"Kami kira setelah MoU itu. Jeda beberapa hari anak-anak didik kami, langsung bisa merasakan menu santap MBG progam pemerintah," imbuhnya.

"Kami belum berani melangkah (membuat SPK baru) dengan dapur yang operasional, dan sekarang sekolah masih libur Nataru sampai tanggal awal Januari," timpal kepala sekolah lain melalui telepon, yang mencoba menutupi diri bila ditanya persoalan apa siswanya belum dapat MBG.

Kenyataan di lapangan menunjukkan ketidakberdayaan satuan pendidikan akibat minimnya sosialisasi dari BGN. Kondisi ini diperparah dengan dugaan intervensi pihak eksternal yang mendatangi sekolah-sekolah untuk meminta penandatanganan SPK jauh hari sebelum tahapan pembangunan dan operasional dapur dilalui.

Berdasarkan aturan yang berlaku di BGN, kesepakatan antara oknum dengan satuan pendidikan tersebut dinilai prematur dan tidak sesuai dengan petunjuk teknis.

Padahal, BGN mensyaratkan SPK dibuat bersama satuan pendidikan sekitar 14 hari sebagai prasyarat pengajuan proposal bantuan pemerintah (Banper) hingga pencairan, dengan ketentuan dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) telah memenuhi persyaratan secara penuh, tertib tata kelola dan administrasi, memiliki kepala dapur dari unsur SPPI, telah merekrut relawan, serta melakukan sosialisasi penjamah makanan bersama dinas kesehatan.

"Sangat disayangkan jika program prioritas Presiden ini terhambat oleh kepentingan oknum tertentu. Dengan dalih telah MoU. Di sisi lain, kesiapan teknis seperti dapur SPPG justru belum rampung,” kata guru sekolah yang siswanya belum menerima MBG saat mencoba bertanya kepada media ini.

Dampak Penyimpangan Jabatan Internal Pelaksana Lembaga MBG Pada Satuan Pendidikan Sekolah 

Dampak signifikan dirasakan ribuan siswa penerima manfaat di Desa Wotsogo dan Desa Bader yang terpaksa kehilangan hak sementara atas Program MBG.

Selain itu, satuan pendidikan harus menunggu tanpa kepastian kapan peserta didik dapat mulai menikmati menu sehat dari pemerintah, akibat adanya klaim sepihak penandatanganan SPK atau MoU dengan pihak atau dapur tertentu yang statusnya masih dalam proses pembangunan maupun pengajuan.

Kondisi tersebut berimbas pada pelaksanaan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto yang hingga kini belum terserap secara merata di wilayah Jatirogo, Kabupaten Tuban.

Masyarakat Berharap BGN Bertindak Tegas dan Bentuk Pendamping Independen 

Masyarakat dan wali murid berharap pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan instansi pengawas serta BGN, segera turun tangan mengevaluasi prosedur penunjukan pelaksana program agar tidak terjadi praktik intervensi internal maupun eksternal yang merugikan hak siswa dan penerima manfaat MBG.

"Idealnya ada petugas pendamping khusus yang di bentuk, untuk mengawasi kinerja mereka yang punya kewenangan lebih di program pak Prabowo Subianto ini," jelas mahasiswa asal Jatirogo, Edi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak yang disebut melakukan intervensi belum memberikan keterangan resmi terkait alasan percepatan penandatanganan SPK di tengah ketidaksiapan infrastruktur dapur dan tata kelola pembagian penerima manfaat. (*)

Baca Sebelumnya

Bupati Pemalang Buka Fun Walk Bersama BPS, Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026

Baca Selanjutnya

Konfercab PDIP Kabupaten Malang: Meneguhkan Jalan Ideologi, Janji Setia dengan Rakyat

Tags:

MBGtuban sppgtuban menusantaptuban Pendidikan sppituban korwiltuban satgasmbgtuban sppijaturogo

Berita lainnya oleh Ahmad Istihar

Mobil Operasional MBG SPPG Sendang 2 di Tuban Tabrak Pasutri, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

14 April 2026 15:55

Mobil Operasional MBG SPPG Sendang 2 di Tuban Tabrak Pasutri, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Awak Mobil Tangki Fuel Terminal Jenu Tuban Mogok Kerja Dua Hari, Pertamina Patra Niaga Klaim Distribusi BBM Tetap Lancar

12 April 2026 22:41

Awak Mobil Tangki Fuel Terminal Jenu Tuban Mogok Kerja Dua Hari, Pertamina Patra Niaga Klaim Distribusi BBM Tetap Lancar

Balap Liar di Jalan Soekarno-Hatta, 71 Unit Motor Diamankan Satlantas Polres Tuban

12 April 2026 19:54

Balap Liar di Jalan Soekarno-Hatta, 71 Unit Motor Diamankan Satlantas Polres Tuban

SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

12 April 2026 15:36

SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

Jaringan Telkom Gangguan, Pelayanan BBM di Tuban Selatan Lumpuh Total

12 April 2026 14:15

Jaringan Telkom Gangguan, Pelayanan BBM di Tuban Selatan Lumpuh Total

Kanwil DJP Jabar II Kolaborasi dengan Pemkab Indramayu, Optimalisasi Penerima Pajak Tahun 2026

11 April 2026 15:01

Kanwil DJP Jabar II Kolaborasi dengan Pemkab Indramayu, Optimalisasi Penerima Pajak Tahun 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar