KETIK, MALANG – Hari Kartini menjadi momen refleksi bagi gerakan perempuan, khususnya di ranah politik. Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mendorong agar perempuan dapat 'merebut' kursi parlemen.
Terlebih saat ini terdapat 552 Ketua DPRD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia, namun hanya 35 di antaranya merupakan perempuan. Menurut perempuan yang akrab disapa Mia, kondisi tersebut patut menjadi perhatian.
Undang-Undang telah mengatur agar terdapat keterwakilan perempuan dalam kursi parlemen minimal 30 persen. Bahkan di DPRD Kota Malang pun dari 45 anggota, hanya terdapat 12 anggota perempuan.
"Ini mungkin yang perlu kita cermati bersama, mengapa banyak sekali perempuan-perempuan yang gugur di dalam proses penjaringan ketika masa kampanye dan sebelum menjadi anggota legislatif. Apa yang kira-kira perlu kita perbaiki," ujarnya, Selasa, 21 April 2026.
Baca Juga:
Indah Kumala Dewi, Representasi Kartini Modern yang Berani dan BerintegritasMenurut Mia, banyak faktor yang membuat minimnya keikutsertaan perempuan dalam kontestasi politik. Salah satunya hambatan struktural dan tantangan sosial yang berakar pada budaya patriarki di masyarakat.
Perempuan kerap dilekatkan pada stereotip dan pandangan sebelah mata yang masih kental. Tantangan ini ia rasakan langsung saat turun ke lapangan pada periode pertama pencalonannya. Dunia politik yang tidak mengenal jam kerja formal sering kali berbenturan dengan ekspektasi domestik terhadap sosok perempuan.
Indonesia telah memiliki regulasi tentang pengarusutamaan gender, dimana setiap daerah diwajibkan untuk membuat Perda terkait hal tersebut. Namun Perda Pengarusutamaan Gender di Kota Malang masih normatif dan terbatas untuk perangkat daerah dalam menerjemahkan pengarusutamaan gender dalam program dan kebijakan.
Ia menekankan bahwa kehadiran perempuan sangat penting dalam dunia politik dan pemerintahan. Perempuan dibutuhkan dalam pengambilan kebijakan yang menuntut memperhatikan segala sesuatu dalam perspektif yang luas.
Baca Juga:
Peringati Hari Kartini, Wakil Wali Kota Tegal Dorong Penindakan Tegas Kasus TPKS"Ada beberapa hal mungkin terlewat dalam penetapan kebijakan, sehingga apabila kita melibatkan para perempuan akan lebih komprehensif lagi kebijakan yang disusun. Keputusan yang diambil menjadi lebih lengkap karena semua unsur di dalam masyarakat itu dilibatkan," tegasnya.
Ia juga memberikan perspektif menarik bahwa politik perempuan telah dimulai dari ruang privat dalam rumah yang bahkan tak disadari oleh sebagian besar masyarakat. Contoh sederhana saat seorang ibu mengelola aspirasi anak yang meminta tambahan uang saku.
Dalam peristiwa tersebut, terjadi proses negosiasi, pertimbangan anggaran, hingga pengambilan keputusan berbasis musyawarah yang disepakati bersama. Hal ini membuktikan bahwa perempuan secara alamiah telah memiliki kemampuan dasar sebagai penyusun kebijakan.
Politisi PDI Perjuangan Kota Malang itu juga menyoroti bahwa perempuan memiliki jejaring akar rumput yang sangat kuat. Mulai dari Dasawisma, PKK, kader kesehatan, bahkan ke kelompok arisan.
Kekuatan tersebut tak dapat diremehkan, terlebih perempuan dapat semakin berdaya ketika membentuk gerakan kolektif. Melalui gerakan di tingkat rumah tangga, perempuan mampu membentuk prototipe jejaring yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dalam membentuk kebijakan.
"Bahkan sampai bisa memberikan satu statement penting perempuan itu pasti komitmen, dan itu juga saya alami. Ketika kita bisa menyambung rasa, membuat sebuah chemistry yang baik, dan meyakinkan Ibu-ibu untuk bersama-sama berjuang, maka mereka akan all out dan komitmen," ungkap Mia.
Melihat besarnya kekuatan perempuan, Mia mengajak untuk berjuang bersama meskipun jalan yang ditempuh tidak mudah. Seperti ketika ia masih menjadi Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, berkat jejaring yang telah dibentuk bersama para perempuan, mampu menghasilkan kebijakan kenaikan anggaran kader Posyandu meskipun hanya Rp100.000.
"Keterwakilan perempuan ini harus kita tingkatkan karena bagaimanapun apabila kita punya lebih banyak lagi personel, maka kita bisa mencakup wilayah yang lebih luas," pungkasnya.(*)