KETIK, GRESIK – Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Warga Gresik Long March menggelar aksi di depan Kantor DPRD Gresik, Jawa Timur, Rabu, 24 Juni 2026. Mereka menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Peserta aksi didominasi kaum ibu. Mereka berasal dari berbagai kelompok yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG, mulai dari relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), wali murid, petani, hingga peternak pemasok bahan pangan.
Massa berjalan kaki dari kawasan Bandar Grissee menuju Kantor DPRD Gresik sambil membawa spanduk dan poster berisi dukungan terhadap program tersebut. Setibanya di lokasi, mereka menyampaikan aspirasi agar DPRD meneruskan permintaan masyarakat kepada pemerintah pusat untuk melanjutkan program MBG.
Salah seorang peserta aksi, Rahayu (40), warga Kecamatan Dukun, mengaku mendukung penuh program MBG karena dinilai bermanfaat bagi para pelajar.
"Saya sebagai wali murid sangat mendukung sekali MBG," ujarnya.
Baca Juga:
DPRD Gresik Dorong Disnaker Masifkan Sertifikasi Vokasi Guna Penuhi Kuota Tenaga Kerja LokalMenurut Rahayu, terhentinya program MBG dalam beberapa pekan terakhir tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga para pemasok bahan pangan. Petani, peternak, dan nelayan disebut mengalami penurunan penyerapan hasil produksi setelah program tersebut berhenti berjalan.
Ia juga menilai program MBG membantu anak-anak yang berangkat sekolah tanpa sarapan karena tetap memperoleh asupan makanan bergizi di sekolah.
Menanggapi aspirasi tersebut, anggota DPRD Gresik, Lutfi Dhawam, menyatakan pihaknya telah menerima tujuh poin tuntutan yang disampaikan massa aksi. Seluruh aspirasi itu akan diteruskan kepada DPR RI untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.
"Secara garis besar mereka meminta agar program MBG dilanjutkan. Mayoritas peserta aksi merupakan pihak yang terdampak langsung, mulai dari relawan, pelaku UMKM, petani, peternak, hingga penerima manfaat lainnya," kata Lutfi. (*)