KETIK, GRESIK – Akademi Analis Kesehatan Delima Husada Gresik (AAKDHG) menggelar Seminar Kolaborasi GEMA BERDAYA bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Gresik dan Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (FORMAGAM) pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Aula Klenteng TITD Kim Hin Kiong, Gresik.
Bertepatan dengan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, seminar yang diikuti oleh 80 anak dan remaja dari berbagai latar belakang tersebut menggabungkan edukasi kesehatan reproduksi remaja dengan penanaman nilai keberagaman untuk membangun masa depan bangsa.
Mengusung tema GEMA BERDAYA: "Generasi Muda Sehat dan Berdaya Bersinergi dalam Keberagaman", seminar ini menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai kesehatan remaja, pemberdayaan generasi muda, serta pentingnya membangun kehidupan yang harmonis dalam keberagaman.
Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari persoalan kesehatan, perubahan sosial, hingga pentingnya memperkuat sikap saling menghargai di tengah masyarakat yang majemuk.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari PKBI Cabang Gresik yang membahas isu kesehatan remaja dan pemberdayaan generasi muda. Sementara itu, narasumber dari FORMAGAM memaparkan pentingnya membangun toleransi dan kolaborasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Seminar dibuka oleh Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik, Titik Ernawati.
"Tujuan peringatan Hari Anak Nasional ini adalah membentuk generasi yang sehat, berdaya, dan mampu membangun negara di tengah keberagaman umat beragama di Kabupaten Gresik," ujarnya.
Titik mengapresiasi Seminar Kolaborasi GEMA BERDAYA yang diinisiasi oleh Akademi Analis Kesehatan Delima Husada Gresik sebagai bentuk sinergi yang baik dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak.
Menurutnya, salah satu indikator predikat Kabupaten Layak Anak adalah tidak adanya diskriminasi yang membedakan suku, ras, maupun agama.
"Gresik mendapat predikat Kabupaten Layak Anak selama dua tahun berturut-turut, yakni penghargaan Kabupaten Layak Anak tingkat Nindya," jelasnya.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) AAKDHG, Analisa Putri Pertiwi, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan generasi muda.
"PPKM tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Seminar ini merupakan bagian dari Praktik Pembangunan Kesehatan Masyarakat (PPKM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa AAKDHG. Penyelenggaraannya bertepatan dengan peringatan HAN 2026 dengan mengangkat tema kesehatan reproduksi remaja.
"Kita melihat lonjakan kasus HIV di Indonesia cukup besar sehingga kami dari kalangan akademisi ingin berkontribusi untuk ikut meminimalisasi kasus tersebut," ungkapnya.
Ketua FORMAGAM Gresik, Djoko Pratomo, menambahkan, kegiatan ini menjadi bentuk sinergi berbagai pihak dalam membangun karakter dan pengetahuan anak-anak serta remaja. Melalui kolaborasi ini terjalin sinergi yang baik antara elemen masyarakat, kalangan akademisi, dan pemerintah daerah.
"Ketika kita bisa menghadirkan semua kalangan anak muda yang memiliki keberagaman keyakinan untuk menerima materi tentang cara melindungi diri, saling menyayangi, dan membangun masa depan bersama, maka tujuan kegiatan ini telah tercapai," pungkasnya.
