KETIK, LEBAK – Ajang olahraga Rangkasbitung Run 2026 akan digelar selama dua hari, 1-2 Agustus 2026, di Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Kegiatan lari jalan raya sejauh 5 kilometer itu diikuti sekitar 1.600 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Panitia Rangkasbitung Run 2026, Firman, mengatakan jumlah peserta yang telah mendaftar mencapai sekitar 1.600 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 900 peserta berasal dari Kabupaten Lebak, sementara sisanya berasal dari luar daerah.

"Berdasarkan data pendaftaran, peserta yang mengikuti Rangkasbitung Run 2026 mencapai sekitar 1.600 orang. Sebanyak 900 peserta berasal dari Kabupaten Lebak, sedangkan sisanya dari berbagai daerah di luar kota," kata Firman kepada wartawan, Sabtu 1 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, peserta yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Banten, tetapi juga dari sejumlah provinsi lain di Indonesia.

"Berdasarkan data peserta, ada yang datang dari Tapanuli, Sulawesi hingga Kalimantan. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap Rangkasbitung Run cukup tinggi dan jangkauannya sudah berskala nasional," ujarnya.

Baca Juga:
Ketua TP PKK Lebak Apresiasi Antusiasme Peserta, Kids Dash Perdana di Rangkasbitung Jadi Ajang Tumbuhkan Kepercayaan Diri Anak

Firman menegaskan, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan masyarakat umum dan bukan berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).

"Bukan ASN. Peserta yang mendaftar merupakan masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan olahraga ini," katanya.

Menurut Firman, Rangkasbitung Run 2026 merupakan penyelenggaraan yang kedua. Tahun ini panitia menggelar nomor lari jalan raya dengan jarak 5 kilometer yang dapat diikuti berbagai kalangan.

"Rangkasbitung Run tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedua. Nomor yang diperlombakan adalah lari jalan raya sejauh 5 kilometer," tuturnya.

Baca Juga:
Bapenda Lebak Ajak Warga Bayar PBB-P2 Lewat QRIS di Aplikasi CEPLEO, Berhadiah Merchandise Menarik

Firman berharap penyelenggaraan Rangkasbitung Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.

"Mudah-mudahan kegiatan ini membawa dampak ekonomi bagi berbagai sektor, mulai dari UMKM, transportasi, perhotelan hingga ekonomi kreatif lainnya. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari penyelenggaraan event ini," katanya.

Ia mengungkapkan, dampak ekonomi mulai dirasakan bahkan sebelum acara berlangsung.

"Alhamdulillah, beberapa hotel di sekitar Rangkasbitung sudah mendapat informasi tingkat hunian yang penuh. Ini menjadi indikasi bahwa kegiatan ini turut menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat," pungkasnya.(*)