KETIK, ACEH SINGKIL – Warga Pulo Sarok kesal. Pasalnya, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil sontak gelap gulita akibat padamnya lampu penerangan jalan umum (PJU) mulai dari Jembatan Selok Aceh sampai Bundaran Tugu Bank Aceh.
Padamnya lampu jalan ini diketahui pada Kamis malam sekitar pukul 21.38 WIB.
“Diperkirakan 15 atau 20 tiang lampu PJU telah padam sehingga suasana menjadi seram dan mencekam. Terlebih jalanan itu berada di area kebun sawit hingga menambah kesan angker,” kata Adi, warga yang melintas, Kamis malam, 21 Mei 2026.
“Seingat saya, saat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjadi pengelola lampu jalan, jarang terjadi pemadaman seperti ini. Sekarang kabarnya telah beralih pengelolaannya ke Dinas Perhubungan,” lanjut Adi.
Ia meminta Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, dapat memberikan teguran terhadap dinas pengelola lampu jalan agar kenyamanan masyarakat sebagai pengguna jalan dapat terlayani.
Baca Juga:
Warga Desa Tanjung Mas Aceh Singkil Pertanyakan Dana Ketahanan Pangan Rp293 Juta“Bila terus seperti ini, Pulo Sarok sebagai ibu kota Kabupaten Aceh Singkil akan terkesan seperti kota hantu yang tidak terkelola. Dinas Perhubungan juga harus rutin patroli mengecek PJU, jangan hanya duduk manis di kursi empuk,” ucapnya kesal.
Terlebih, tambahnya, keuangan daerah telah mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk fasilitas rakyat tersebut.
“Jadi, dinas harus maksimal memastikan lampu jalan terus menyala.”
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Sam’un, melalui WhatsApp mengatakan, “Insyaallah besok akan diperiksa anggota,” jawabnya singkat. (*)