KETIK, PASURUAN – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur mulai mentransformasi program pembinaannya dengan mengintegrasikan isu energi terbarukan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga relevansi Pramuka di tengah tantangan global seperti krisis energi dan perubahan iklim.

Gerakan Pramuka Jawa Timur terus memperkuat arah baru program Pramuka Produktif dengan membuka kolaborasi di sektor energi berkelanjutan. Upaya ini ditandai melalui kunjungan ke PT Santinilestari Energi Indonesia di Pasuruan, Kamis, 23 April 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar untuk menjadikan Pramuka tidak hanya sebagai organisasi pembinaan karakter, tetapi juga wadah pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Wakil Ketua I Bidang Satuan Karya dan Pramuka Produktif Kwarda Jatim, A. Basuki Babussalam, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah awal menuju sistem pembelajaran berbasis praktik.

“Kami ingin Pramuka tidak hanya menjadi organisasi yang kuat dalam karakter dan kedisiplinan, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Salah satunya melalui pengembangan energi terbarukan,” ujarnya.

Baca Juga:
Dilantik di Grahadi, Pengurus Pramuka Jatim 2025–2030 Siap Perkuat Pengabdian dan Ketahanan Generasi Muda

Transformasi ini juga merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 yang menetapkan energi terbarukan sebagai prioritas utama dalam program Pramuka Produktif.

Sekretaris Kwarda Jatim, Bambang Suyanto, menekankan pentingnya adaptasi organisasi terhadap perkembangan zaman.

“Gerakan Pramuka harus mampu beradaptasi dan mengambil peran dalam isu-isu global. Energi terbarukan bukan hanya tren, tetapi kebutuhan masa depan. Karena itu, kami akan mendorong program ini menjadi gerakan yang masif dalam lima tahun ke depan,” ungkapnya.

Menurutnya, integrasi antara pendidikan karakter dan penguasaan teknologi akan menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi muda yang unggul dan kompetitif.

Baca Juga:
Pramuka Mojokerto Masuki Babak Baru, Bupati Albarra Pimpin Mabicab Masa Bakti 2025–2030

Ketua Kwarda Jatim, Arum Sabil, sebelumnya juga menegaskan bahwa energi terbarukan menjadi bagian penting dari arah baru Pramuka.

“Energi terbarukan menjadi bagian strategis dalam membangun Pramuka yang produktif, inovatif, dan peduli terhadap lingkungan. Ini bukan hanya program, tetapi gerakan untuk masa depan,” tegasnya.

Dengan arah baru ini, Pramuka diharapkan tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga aktor aktif dalam menjawab tantangan global melalui pendekatan kolaboratif dan inovatif. (*)