KETIK, TUBAN – Sebagai tokoh muda dari kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, juga sebagai Pembimbing Ibadah Kloter 27, H. Wahid Ahmad Ali, mengawal langsung penguatan mental dan rohani jemaah haji putra- putri sebelum memasuki frase krusial Armuzna (Arafoh, Muzdalifah dan Mina).
Salah satu penguatan yakni kesiapan mental menjadi modal utama jemaah haji Kloter 27 Kabupaten Tuban kala mulai bergerak menuju Arafah pada, Senin 25 Mei 2026. Di bawah Pembimbing Ibadah Gus Wahid, para jemaah mendapatkan suntikan rohani intensif sebelum memasuki kawasan Armuzna.
"Kami terus dampingi jemaah haji yang ada di kloter 27," ucap Gus Wahid begitu sering di sapa H. Wahid Ahmad Ali.
Gus Wahid, pria lebih dikenal sebagai Ketua MDS Rijalul Ansor Tuban tersebut, menjelaskan bahwa selain pemantapan manasik, penguatan mental sangat dibutuhkan jemaah untuk menghadapi tantangan fisik dan cuaca panas mencapai 45 derajat Celsius.
Baca Juga:
Keutamaan Hari Arafah, Dosa Setahun Bisa Terhapus"Mereka telah kami berikan siraman rohani, sebagai penguat dalam melaksanakan ibadah haji," tutur Gus Wahid sebelum keberangkatan bus jemaah yang dijadwalkan bertahap dari pukul 11.30 hingga 16.00 WAS.
Dengan bekal spiritual matang, jemaah haji Tuban diharapkan dapat menjalani wukuf dengan khusyuk serta sabar. Selain itu, Pembimbing Ibadah Kloter 27 juga telah memberikan arahan dengan persiapan logistik yang matang.
"Khusus untuk Kloter 27, para jemaah dipastikan telah mengemas kebutuhan pribadi mereka dengan baik di dalam tas Armuzna," imbuhnya
Baca Juga:
Kisah Kepala BGN Dadan Hindayana, 12 Tahun Antre Haji Reguler dan Berdesakan di Bus MakkahMenurutnya, persiapan ini sangat krusial mengingat jemaah kloter tersebut direncanakan mengambil pilihan Nafar Awal. Persiapan pakaian ganti untuk aktivitas tanggal 10 hingga 12 Dzulhijjah telah disiapkan secara ringkas agar mobilitas jemaah tetap efisien. Ia memberikan arahan untuk logistik secara mandiri ini diharapkan mampu mendukung kelancaran fase puncak haji yang menuntut ketahanan fisik tinggi.
"Untuk bekal, para jemaah sudah menyiapkan keperluannya masing-masing dan dikemas dengan baik. Sebelum naik bus ke Armuzna, mereka melakukan persiapan akhir di hotel, dan Alhamdulillah. Sudah masuk Arafah," tutupnya. (*)