KETIK, MALANG – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang sepakat berkolaborasi bersama pemerintah, pelaku usaha pariwisata, akademisi, masyarakat, dan media untuk menjaga Kota Malang tetap kondusif serta memberikan kepuasan bagi para wisatawan.
Usai pertemuan dengan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dalam menyediakan akomodasi yang sesuai standar. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha pariwisata, Kota Malang diharapkan dapat menjadi jujugan utama para wisatawan.
"Kesepakatan kita adalah berkolaborasi. Dalam konsep pentahelix, ada hotel, pemerintah, usaha pariwisata lainnya, masyarakat, akademisi, hingga media. Kita harus berkolaborasi secara sinergis agar Kota Malang ini tetap kondusif dan betul-betul memberikan kepuasan bagi wisatawan," ujar Agoes Basoeki.
Agoes menyebutkan bahwa kendala utama yang tengah dihadapi Kota Malang saat ini adalah persoalan sampah dan kemacetan. Oleh karena itu, diperlukan penanganan dari berbagai pihak.
“Kota Malang ini memang kecil, tetapi ramai wisatawan. Hal ini memerlukan penanganan khusus, seperti bagaimana mengurai kemacetan, menertibkan pedagang kaki lima, hingga menata perparkiran,” ungkap Agoes.
Baca Juga:
Masih Proses Audit, Program Angkutan Pelajar Gratis Kota Malang Tunggu Legalitas Koperasi RampungMelalui kolaborasi bersama, persoalan tersebut diharapkan dapat teratasi sehingga Kota Malang yang kian ramai dikunjungi wisatawan tetap kondusif.
“Ini adalah masalah kita bersama yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja. Masyarakat juga memiliki peran dan kesadaran untuk ikut memajukan pariwisata," imbuhnya.
Tak hanya di Kota Malang, kolaborasi juga menjangkau seluruh wilayah Malang Raya. Kabupaten Malang dan Kota Batu memiliki potensi yang sangat besar melalui destinasi wisata alamnya.
Dengan demikian, kemajuan pariwisata tidak hanya terpusat di Kota Malang. Kolaborasi juga dijalin bersama Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) untuk menyeimbangkan potensi pariwisata di Malang Raya secara saling menguntungkan. Wisatawan dapat menginap di Kota Malang, lalu berwisata ke Kota Batu atau Kabupaten Malang.
Baca Juga:
Berusia 1 Abad, Pemkot Malang Genjot Stadion Gajayana Jadi Pusat Sport Tourism dan Ekraf"Malang Raya itu perlu diseimbangkan antara Malang Kota, Kabupaten, dan Batu. Karena Malang Raya potensinya besar tapi belum tertangani," jelas Agoes.
"Potensinya besar, tetapi belum tertangani. Kalaupun sudah tertangani, tetap perlu kolaborasi supaya seimbang, jadi tidak hanya (berpusat) di Kota Malang. Kota Malang diuntungkan bermalamnya hotel di sini, wisatanya ke Batu atau ke pantai (di Kabupaten Malang)," imbuhnya. (*)