KETIK, PROBOLINGGO – Unit Humas dan Infokom Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid sukses menggelar pengukuhan Tim Pewarta Putri sebagai upaya memperkuat syiar pesantren melalui karya jurnalistik, Jumat, 15 Mei 2026.
Sebanyak 15 santriwati terpilih resmi dikukuhkan sebagai pewarta setelah melalui proses seleksi ketat dan menyisihkan puluhan pendaftar lainnya.
Pembina Pewarta Putri, Maria Al-Faradela mengatakan, para pewarta tersebut dipilih dari total 50 pendaftar yang berasal dari berbagai wilayah, daerah, dan asrama di lingkungan pesantren putri.
“Para pewarta ini tidak langsung terjun begitu saja. Setelah pengukuhan, kami akan membekali mereka dengan stadium general dan pelatihan jurnalistik intensif. Materi-materi tersebut menjadi bekal krusial sebelum mereka terjun ke lapangan untuk meliput,” jelas Maria.
Menurutnya, pelatihan tersebut penting agar para santriwati mampu menghasilkan karya jurnalistik yang baik sekaligus memahami etika dalam penyampaian informasi.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Dijadwalkan Groundbreaking 166 Dapur MBG Polri di TubanKegiatan pengukuhan itu juga mendapat apresiasi dari Wakil Sekretaris Pesantren, Muthmainnah Waqid.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberadaan tim pewarta di lingkungan pesantren putri menjadi kebutuhan penting untuk menyuarakan nilai-nilai pesantren kepada masyarakat luas.
“Menjadi pewarta di pesantren itu bukan sekadar menulis, tapi proses melatih diri agar memiliki tanggung jawab, kejujuran, dan kedisiplinan,” tegasnya.
Ia berharap seluruh kegiatan positif di lingkungan pesantren dapat dipublikasikan secara luas sehingga menjadi sarana dakwah dan ajakan kebaikan bagi masyarakat.
Baca Juga:
Pavingisasi Program TMMD ke-128 Kodim 0820 Probolinggo Bikin Lingkungan Jadi Rapi, Warga Brabe Ceria“Kita ingin kegiatan positif ini disebarluaskan agar menjadi ajakan kebaikan bagi khalayak. Jika kita konsisten menyebarkan kebaikan, insya Allah pahalanya akan terus mengalir,” pungkasnya.
Dengan terbentuknya Tim Pewarta Putri tersebut, pesantren berharap mampu melahirkan produk jurnalistik yang kredibel, inspiratif, serta tetap menjaga marwah pesantren di tengah derasnya arus informasi digital.(*)